Harga gula berjangka ICE ditutup naik pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York Jumat dinihari (07/07). Harga komoditas ini mengalami penguatan terdukung kenaikan harga minyak mentah.
Harga minyak mentah membukukan kenaikan pada akhir perdagangan Jumat dinihari (07/07) terdukung penurunan persediaan minyak mentah dan bensin mingguan A.S.
Harga minyak mentah berjangka A.S. West Texas Intermediate (WTI) berakhir naik 39 sen atau 0,9 persen, pada $ 45,52 per barel. Harga minyak mentah berjangka Brent naik 10 sen menjadi $ 47,89 per barel pada pukul 2:42 siang. ET (1842 GMT).
Lihat : Harga Minyak Mentah Naik Terdukung Penurunan Pasokan Mingguan AS
Para pedagang mengantisipasi bahwa harga minyak yang lebih tinggi akan mendorong produsen tebu lebih memilih mengkonversi tebu menjadi etanol dibandingkan gula, sehingga produksi gula menurun dan semakin meningkatkan harga gula.
Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Oktober 2017 terpantau menguat. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melompat sebesar 0,20 sen atau setara dengan 1,46 persen pada posisi 13,92 sen per pon.
Malam nanti akan dirilis data Nonfarm Payrolls Juni AS yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir akan menguatkan dollar AS.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga gula berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi lemah jika penguatan dollar AS terealisir. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi menguji level Support pada 13,40 sen dan 12,90 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 14,40 sen dan 14,90 sen.
Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center Editor: Asido Situmorang



