IHSG Kembali Menguat Tipis, 6 Sektor Melemah Menghambat IHSG

538

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Selasa ini terpantau bergerak terbatas di sekitar penutupan kemarin, dengan menguat 0,10% atau 5,74 poin di level 6.032,37 setelah dibuka menguat juga di 6.038,43. Hari ini pelaku pasar nampaknya mencari arah perdagangan seperti bursa kawasan Asia yang variatif dan kemudian ditutup kompak melemah (12/12).

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini lanjut melemah. Rupiah terhadap dollar AS sore hari WIB ini terlihat berada di posisi Rp 13.567, dibandingkan posisi penutupan perdagangan Senin kemarin di Rp 13.550.

Mengawali sesi perdagangannya, IHSG naik tipis 11,799 poin (0,19%) ke level 6.038,432. Sedangkan Indeks LQ45 menguat tipis 3,015 poin (0,29%) ke level 1.021,993. Pada istirahat siang, IHSG bergerak stagnan. IHSG naik tipis 0,827 poin (0,01%) ke 6.027,460. Indeks LQ45 turun tipis 0,486 poin (0,05%) ke 1.018,492. Akhirnya, IHSG ditutup menguat tipis saja 5,736 poin (0,10%) ke 6.032,371. Indeks LQ45 turun tipis 0,272 poin (0,03%) ke 1.018,706.

Perdagangan saham hari ini moderat dengan frekuensi perdagangan 287.064 kali transaksi sebanyak 9,5 miliar lembar saham senilai Rp 6,7 triliun. Posisi tertinggi yang sempat dicapai IHSG ada di 6.042,003 dan terendahnya di 6.012,981.

Kelompok saham aneka industri turun cukup dalam sebesar 2,14%, diikuti 5 sektor saham lainnya. Pelemahan 6 sektor saham menghambat laju penguatan IHSG. Sebanyak 141 saham menguat, 197 saham melemah dan 115 saham stagnan.

Di tempat lain, bursa regional Asia terpantau kompak melemah sore ini. Situasinya, antara lain: indeks Nikkei 225 turun 72,561 poin (0,32%), indeks Hang Seng melemah 171,408 poin (0,59%), dan indeks Straits Times naik tipis 5,090 poin (0,15%).

Sejumlah saham yang naik dan masuk sebagai top gainers di antaranya adalah Indofarma (INAF), Pelat Timah Nusantara (NIKL), Metropolitan Kentjana (MKPI), dan Indika Energy (INDY).

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini diwarnai dengan kekurangjelasan arah yang datang dari bursa regional Asia. Pasar bergerak naik turun kurang menentu dan menunjukkan konsolidasi sesuai prediksi pagi tadi. Kelihatannya banyak hambatan jualnya untuk IHSG dapat mencapai level 6.100 dalam 2,5 bulan terakhir. Resistance saat ini berada di level 6.073 dan 6.098. Sedangkan bila terhadang tekanan jual di level ini, support merosot ke level 5903, dan bila tembus ke level 5860.

 

Analis: J. John

Editor: J. John

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here