Fed Williams : Prospek Ekonomi AS Cerah, Picu Kenaikan Suku Bunga Lebih Banyak

805

(Vibiznews – Economy & Business) Presiden Fed New York John Williams menegaskan kembali dalam pidatonya Selasa (10/10) bahwa prospek ekonomi yang cerah memicu kenaikan suku bunga bank sentral lebih banyak.

“The Federal Reserve telah mencapai tujuan mandat ganda dalam pekerjaan maksimum dan stabilitas harga,” kata Williams pada pidato dalam pertemuan para bankir internasional di Bali, Indonesia. “Perekonomian AS sedang bekerja dengan sangat baik.”

Dalam lingkungan seperti itu, “Saya terus berharap bahwa peningkatan suku bunga secara bertahap akan lebih baik mendorong ekspansi ekonomi yang berkelanjutan dan pencapaian tujuan mandat ganda kami,” kata Williams, seperti yang dilansir Wall Street Journal.

Pernyataan Williams mengikuti pidato-pidato baru lainnya yang menyatakan optimisme untuk ekonomi dan keinginan untuk kenaikan suku bunga.

The Fed bertemu pada akhir September dalam sebuah pertemuan yang membawa kenaikan suku bunga ketiga tahun ini, dalam kisaran antara 2% dan 2,25%. Bank sentral secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga lagi pada bulan Desember dan untuk menaikkan suku lagi beberapa kali lagi tahun depan jika ekonomi berjalan sesuai perkiraan.

Dalam pidatonya, Williams mencatat bahwa dengan kebijakan moneter bergerak ke sikap yang lebih normal, the Fed tidak akan dapat memberikan banyak petunjuk tentang apa yang akan terjadi.

Dalam pidatonya, Williams mengatakan ekonomi kemungkinan akan tumbuh sebesar 3% tahun ini dan sebesar 2,5% tahun depan. Dia memperkirakan apa yang sekarang 3,7% tingkat pengangguran turun menjadi di bawah 3,5% tahun depan. Dia juga memperkirakan Fed untuk melampaui target inflasi 2%.

Williams juga setuju untuk adanya beberapa kekhawatiran internasional tentang efek spillover dari kenaikan suku bunga Fed dengan mencatat bahwa bank sentral memiliki mandat domestik, sementara itu sangat banyak kebijakannya mempengaruhi negara lain.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here