(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan pasar akhir pekan Jumat sore ini (5/04) terpantau melemah 0,32% atau -20,612 poin ke level 6.474,018 setelah dibuka naik ke level 6.501,099. IHSG agaknya tertahan di area konsolidasinya selama seminggu lebih terakhir, sementara bursa kawasan Asia umumnya menanjak oleh kemajuan negosiasi dagang AS – China.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau berlanjut menguat 0,35% ke level Rp 14.130, dengan dollar AS di pasar uang Eropa terkoreksi teknikal setelah menguat di posisi 3 minggu tertingginya vs yen oleh optimisme dari pembicaraan dagang AS – China. Rupiah menguat 6 hari berturut-turut dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.180.
Mengawali perdagangannya, IHSG tampak menguat 6,469 poin atau 0,10% ke level 6.501,099. Indeks LQ45 menguat 1,644 poin atau 0,16% ke level 1.027,603. Siang ini di penutupan sesi pertama IHSG turun tipis 3,2 poin atau 0,05% ke level 6.491,42.
IHSG kemudian cenderung melayang tipis di zona merah, dan di akhir sesi ditutup semakin melemah 0,32% atau -20,612 poin ke level 6.474,018. Indeks LQ45 turun 4,688 poin (0,46%) ke level 1.021,271. Hari ini tujuh dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor pertambangan yang merosot 1,02%, diikuti sektor consumer goods yang turun 0,69%.
Tercatat sebanyak 177 saham naik, 223 saham turun dan 131 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 369.776 kali transaksi sebanyak 15,24 miliar lembar saham senilai Rp 7,81 triliun.
Sementara itu, bursa regional sore ini terlihat umumnya menguat, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,28% dan Indeks Hang Seng yang tutup karena libur public.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Wika (WIKA) -3,49%, Indo Tambangraya (ITMG) -3,35%, Erajaya (ERAA) -2,80%, dan Bukit Asam (PTBA) -2,44%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertahan di turun naiknya seputar area konsolidasi, meskipun bursa Asia umumnya terangkat oleh perkembangan dalam negosiasi dagang AS – China. Berikutnya IHSG kemungkinan mencoba tembus naik dari area konsolidasi, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.525 dan 6.537. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.391, dan bila tembus ke level 6.339.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group
Editor: Asido



