(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia tercatat melanjutkan rally-nya di minggunya yang keempat sekalipun ditutup profit taking terbatas di akhir pekannya, sementara bursa kawasan Asia cenderung variatif di tengah berlanjut naiknya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 1.04% ke level 6,315.437. Untuk minggu berikutnya (24-28 Juni 2019), IHSG kemungkinan akan cenderung berkonsolidasi dengan bias positif sementara uptrend dari 4 pekan lalu masih nyata, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6465 dan kemudian 6516, sedangkan support level di posisi 6190 dan kemudian 6110.
Mata uang rupiah terhadap dollar AS secara mingguan balik melejit kuat 1.19% ke level 14,155 dalam rally 4 hari terakhir yang mencatat kenaikan tajam 1,43% dan menjadikan rupiah mata uang terbaik se Asia oleh banyaknya dana asing masuk ke pasar, sementara dollar di pasar global melemah ke dua minggu terendahnya. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,355 dan 14,435, sementara support di level Rp14,043 dan Rp13,993.
Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
- Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam serta pidato Chairman the Fed Powell tengah malamnya; disambung dengan rilis Core Durable Goods Orders m/m pada Rabu malam; berikutnya data Final GDP q/q pada Kamis malam.
- Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Inflation Report Hearings Inggris pada Rabu sore; diikuti dengan rilis Current Account Inggris dan Core CPI Flash Estimate y/y Eropa pada Jumat sore.
- Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Official Cash Rate dari RBNZ pada Rabu pagi yang diperkirakan bertahan di level 1.50%.
Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum terpuruk ke level 2 minggu terendahnya menyusul pernyataan pimpinan the Fed yang membuat pasar berantisipasi terhadap dimulainya pemangkasan suku bunga bulan Juli, mungkin sampai 75 bp akhir tahun ini, dimana indeks dolar AS secara mingguan melorot ke 96.09. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau menanjak ke 1.1368. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1447 dan kemudian 1.1514, sementara support pada 1.1181 dan 1.1116.
Poundsterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.2739 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2761 dan kemudian 1.2811, sedangkan support pada 1.2505 dan 1.2476. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 107.30, posisi 5 bulan terendahnya. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 108.73 dan 109.93, serta support pada 106.87 serta level 105.13. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.6925. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7048 dan 0.7069, sementara support level di 0.6826 dan 0.6666.
Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat oleh sentimen akan adanya pemangkasan suku bunga bank sentral global. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat ke level 21,258. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 21638 dan 22190, sementara support pada level 20924 dan lalu 20290. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 28,474. Minggu ini akan berada antara level resistance di 28891 dan 29480, sementara support di 27227 dan 26825.
Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat sempat mencetak rekor harian tertinggi baru dengan indikasi dimulainya pemangkasan suku bunga the Fed serta perkembangan positif negosiasi dagang dengan China. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 26,712.17, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 26902 dan 26950, sementara support di level 26275 dan 25954. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2,950.46, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2964 dan 2975, sementara support pada level 2905 dan 2874.
Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau berakhir melejit kuat ke level hampir 6 tahun tertingginya oleh ekspektasi datangnya kebijakan moneter longgar dari the Fed, sehingga harga emas spot menguat tajam ke level $1,399.01 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1411 dan berikut $1433, serta support pada $1305 dan $1265.
Situasi dan isyu global tetap ramai menjadi topik perbincangan di pasar investasi saat ini. Gejolak politik di Timur Tengah, misalnya, menjadi sebagian bahan diskusi yang cukup ramai di antara para investor. Para pelaku investasi saling-silang berbeda pendapat di mass media dan forum diskusi. Ini sering membingungkan para investor individual dalam menentukan strategi investasi mereka. Gabung saja menjadi member vibiznews dan Anda akan memperoleh secara rutin harian pandangan pasar dan rekomendasi aksi pasar berikutnya. Dengan tingkat akurasi yang menarik, investor harusnya akan banyak diuntungkan dengan cara yang cerdas dan praktis. Terima kasih telah bersama dengan kami yang merupakan partner demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting
Editor: Asido


