(Vibiznews – Forex) – Diakhir perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (08/08), dolar AS retreat dari kenaikan moderat 2 hari berturut sebelumnya dalam indeks dan anjlok terhadap semua rival utamanya. Namun sebagai salah satu indikator kekuatan dolar AS yaitu imbal hasil obligasi terpantau sedang rebound ke posisi 1,73%.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS alami kenaikan setelah bank sentral China menetapkan tingkat referensi resmi untuk yuan lebih lemah dari 7 per dolar untuk pertama kalinya sejak 2008. Terpantau posisi Yuan terhadap dolar AS sedang menguat 0,16%.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya sedang melemah 0,11 persen dari penutupan sebelumnya ke posisi 97.52 setelah dibuka pada posisi 97.64 yang juga posisi tertingginya.
Koreksi yang lebih rendah dalam dolar sebelumnya datang di tengah penurunan yield benchmark AS-10 tahun ke batas 1,60%, level yang terakhir terlihat pada 2016. Gerakan tajam yang lebih rendah dalam yield juga terlihat pada imbal hasil obligasi Jerman atau Jerman 10-tahun Bunds dan UK 10-tahun Gilt yang terjun ke posisi terendah baru sepanjang masa.
Sementara itu, tidak ada berita terbaru dari front perdagangan AS-China, selain dari rencana pertemuan kedua belah pihak pada bulan September yang diagendakan pemerintah AS.
Secara teknikal untuk perdagangan selanjutnya menurut analyst Vibiz Research Center indeks dolar diperkirakan turun ke posisi support di 97.33 – 96.52. Dan jika terjadi pergerakan sebaliknya akan mendaki ke posisi resisten 97.90 – 98.85.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang



