(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi Kamis sore ini (12/12) terpantau melemah 0,66% atau 40,702 poin ke level 6.139,397 setelah dibuka naik ke level 6.185,984. IHSG tergerus aksi profit taking setelah sempat bertengger di sekitar satu bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia hari ini umumnya menguat setelah the Fed yang mengindikasikan tidak menaikkan suku bunga acuannya di tahun 2020.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini berakhir menguat 0,07% ke level Rp 14.025, dengan dollar AS di pasar uang Eropa sempat amblas ke sekitar level 4 bulan terendahnya oleh the Fed yang mengindikasikan tidak akan menaikkan suku bunga di tahun 2020. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.035.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 5 poin (0,86%) ke level 6.185. Indeks LQ45 juga naik 5 poin (0,15%) ke level 993. Siang ini, di penutupan sesi pertama IHSG terpantau urun 9,25 poin atau 0,15% ke 6.170,85.
IHSG kemudian terus tergerus di zona merah, dan di akhir sesi melemah 0,66% atau 40,702 poin ke level 6.139,397. Indeks LQ45 turun 7,890 poin (0,80%) ke level 982,230. Hari ini semua dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor property yang merosot 1,53%, diikuti sektor infrastruktur yang turun 1,32%.
Tercatat sebanyak 151 saham naik, 247 saham turun dan 145 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 494.93 kali transaksi sebanyak 13,80 miliar lembar saham senilai Rp 9,12 triliun.
Sementara itu, bursa regional sore ini terlihat menguat, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,14% dan Indeks Hang Seng yang naik 1,31%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Charoen Pokphand (CPIN) -5,43%, Indonesia Tobacco (ITIC) -4,63%, Indofood (INDF) -2,87%, dan Japfa (JPFA) -2,80%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dihadang profit taking karena tren penguatannya minggu sebelumnya dan kemudian konsolidasi, sementara bursa regional Asia menguat dengan indikasi berhentinya the Fed menaikkan suku bunga acuannya pada tahun depan. Berikutnya IHSG nampaknya akan di sekitar area konsolidasinya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.274 dan 6.304. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.035, dan bila tembus ke level 5.939.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group
Editor: Asido



