Rekomendasi Pergerakan Harga Minyak 26 Februari 2020

485

(Vibiznews-Commodity) Minyak mentah WTI merebut kerugian tiga hari berturut-turut sementara mengambil pembelian di $50.20 ditengah selesainya perdagangan pada hari Selasa, pada awal perdagangan sesi Asia hari Rabu pagi. Emas hitam mengambil keuntungan dari data inventori minyak AS mingguan yang diambil dari penyedia data swasta , American Petroleum Institute (API). Laporan persediaan minyak dari swasta untuk minggu yang berakhir pada tanggal 21 Februari menyebutkan angka 1,3 juta barel, lebih kecil dari 4,2 juta barel sebelumnya.

Selain dari turunnya angka persediaan minyak, kenaikan harga minyak WTI juga disebabkan oleh melemahnya dolar AS secara luas. Matauang Amerika Serikat telah berada dalam tekanan yang besar belakangan ini dengan keengganan terhadap resiko yang dikarenakan oleh wabah virus corona membebani imbal hasil obligasi AS dan harga saham.

Namun, tarikan naik kembali ini masih jauh dari kuat dengan resiko virus corona terus mengintai dan para trader energy menunggu data persediaan yang resmi dari Energy Information Administration (EIA).

Dengan epidemik Cina menyebar lebih cepat keluar dari wilayah Cina, terutama di Eropa, pasar menjadi sangat enggan terhadap resiko. Tekanan turun terhadap permintaan minyak dimasa yang akan datang  akan semakin bertambah jika Amin Naser, CEO dari Saudi Aramco menambahkan ketakutan seperti ini. Selain itu, kepala International Energy Agency (IEA) Fatih Birol memberikan signal akan pengurangan lebih jauh dalam permintaan minyak global bahkan setelah memangkasnya menjadi 10 tahun terendah pada awal bulan. Para produsen minyak global akan bertemu minggu depan untuk mendiskusikan level produksi dan permintaan minyak ditengah keprihatinan akan pecahnya koalisi OPEC+. Untuk sekarang ini, para trader minyak akan lebih memperhatikan angka inventori dari EIA yang diperkirakan sebesar 2.467.000 barel dibandingkan dengan angka sebelumnya 414.000 barel.

Penurunan kembali harga minyak mentah WTI akan berhadapan dengan “support” terdekat di $49.24 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke $48.33 dan kemudian $46.02 sedangkan kenaikan harga minyak mentah WTI akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $51.55 yang apabila berhasil di lewati akan lanjut ke $52.96 dan kemudian $55.27.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here