(Vibiznews – Commodity) – Harga batubara yang sempat pulih sejak pekan lalu sejalan pulihnya kembali permintaan batubara dari China, terpangkas cukup signifikan di bursa ICE New York semalam oleh aksi profit taking setelah mencapai posisi harga tertinggi 2 pekan perdagangan.
Harga batubara NewCastle untuk kontrak berjangka yang ramai diperdagangkan yaitu kontrak bulan Mei 2020 ditutup posisi 66,35 dollar per ton. Harga komoditas tersebut turun sebesar 0,55 dollar atau 0,82% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Perdagangan sebelumnya harga mencapai posisi 66,90 dolar per ton, harga tertinggi sejak perdagangan 5 Maret 2020.
Sentimen negatif pasar masih dipengaruhi ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar batubara internasional oleh meningkatnya penyebaran wabah virus COVID-19 yang sudah menjadi pandemi global. Pesimisme terhadap pasar batu bara juga muncul oleh penurunan dalam industri energi. Selain itu persedian batubara di pelabuhan New Castle diberitakan meningkat tajam, memperkuat daya tawar pembeli.
Sementara itu untuk harga batubara FOB Indonesia untuk kontrak bulan Mei, alami penurunan ke posisi US$47.50 per ton. Harganya turun sebesar 0,25 poin atau 0,5 persen dari harga sebelumnya di posisi US$47.75 per ton.
Analyst Vibiz Research Center melihat harga batubara berjangka New Castle secara teknikal berpotensi rebound kembali. Berpotensi akan naik kembali ke posisi harga 66,90, jika tidak tembus akan terkoreksi terus ke posisi US$65.40.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



