(Vibiznews – Commodity) – Perdagangan karet di bursa komoditas berjangka internasional hari Rabu (9/9/2020) alami tekanan jual yang cukup besar hingga membuat harga anjlok parah. Harga karet Tocom yang diperdagangkan di bursa Osaka-Jepang anjlok ke posisi terendah 3 pekan, demikian juga di Sicom dan SHFE.
Anjloknya harga karet paling banyak tertekan oleh posisi harga minyak mentah yang terjun ke posisi terendah 3 bulan, dan terus bergerak bearish sejak awal bulan. Selain itu juga secara fundamental dikhawatirkan meningkatnya jumlah panen karet di negara produsen utama yaitu Thailand oleh dukungan cuaca.
Harga karet alami di bursa Osaka untuk kontrak paling ramai untuk kontrak bulan Januari 2021 akhir perdagangan sesi sore ditutup anjlok 4,8 yen atau 2,67% dari akhir perdagangan sebelumnya ke posisi 175.2 yen, terendah sejak 24 Agustus. Sempat bergerak kuat ke posisi 179,3 setelah dibuka pada 179,0.
Terpukulnya harga karet Tocom juga mendapat tekanan dari posisi penguatan yen Jepang terhadap dolar AS yang juga merugikan perdagangan saham di Jepang. Selain itu dipengaruhi oleh berita dihentikannya uji klinis vaksin covid-19 milik AstraZeneca pasca relawan yang jatuh sakit.
Harga karet di bursa Singapura – Sicom, untuk kontrak berjangka bulan Desember 2020 ditutup turun $4,3 atau 3,13% dari harga sesi sebelumnya ke posisi 133,0. Untuk perdagangan karet di bursa Shanghai (SHFE), harga karet kontrak bulan Januari 2021 berada di posisi 12140 yuan, yang anjlok 385 yuan atau 2,75% dari posisi sebelumnya.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


