(Vibiznews – Commodity) Pada hari Kamis kemarin, Energy Information Administration (EIA) melaporkan perubahan stok minyak mentah AS adalah pertambahan sebanyak +2 juta barel pada minggu yang berakhir tanggal 4 September 2020. Sementara para analis memperkirakan penurunan sebanyak 1.3 juta barel.
Minyak mentah mengalami penurunan harga sebanyak 0.2% pada hari itu ke $37.67 dan sekarang diperdagangkan disekitar $37.42.
Setelah sempat naik ke $38.05 pada hari Rabu, harga minyak WTI kembali turun, tertekan karena kenaikan kembali kasus coronavirus di Eropa menunjukkan permintaan terhadap minyak mentah akan tetap lemah.
Penurunan permintaan minyak mentah telah menyebabkan naiknya inventori minyak dan produk-produk petroleum baik di dalam produksi maupun penyulingan, dengan stok minyak mentah AS adalah pertambahan sebanyak +2 juta barel pada minggu yang berakhir tanggal 4 September 2020, setelah penurunan selama 6 minggu berturut-turut. Pemerintah AS memperkirakan penurunan sampai 870.000 barel per hari pada tahun ini dengan lebih banyak pengurangan pada tahun 2021.
Penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di $36.82 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $35.63 dan kemudian $33.51. Sedangkan kenaikannya kemblai akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $38.94 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $39.86 dan kemudian $41.97.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



