(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah benchmark AS, WTI, diperdagangkan defensif dan dalam rentang yang sempit dekat $45.50.
Perkembangan pandemic kelihatannya terus menekan harga minyak. Berita bahwa Jerman sedang mempertimbangkan restriksi lockdown yang lebih ketat dan juga AstraZeneca yang menghadapi penundaan nampaknya membebani harga minyak mentah.
Namun penurunan harga minyak tertahan dengan naiknya saham – saham di Amerika Serikat dengan vaksin Covid – 19 dari Pfizer/BioNtech mulai dibagikan di Inggris pada hari Selasa. Sementara FDA Amerika Serikat kemungkinan mengeluarkan persetujuannya pada hari Kamis.
Harga minyak mentah WTI juga tertekan dengan kenaikan inventori minyak mentah AS dimana American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan minyak mentah AS menjadi 1.14 juta barel.
Penurunan harga minyak berikutnya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $45.33 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $44.82 dan kemudian $44.17. Sementara kenaikannya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $46.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $47.16 dan kemudian $47.67.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



