Aliran Modal Masuk dan Perpanjangan PPKM — Domestic Market Outlook, 25-29 January 2021 by Alfred Pakasi

648

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Perpanjangan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) hingga 8 Februari karena masih tingginya penambahan kasus Covid-19.
  • BI mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,75%.
  • BI menyebutkan di awal tahun 2021, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik berlanjut dan mencapai USD5.1 miliar (per 19 Januari) termasuk penerbitan obligasi global oleh Pemerintah.
  • Berita rencana penambahan stimulus pandemi dari Amerika memicu sentimen pasar.

Untuk korban virus di Indonesia, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 965 ribu orang terinfeksi, 781 ribu sembuh, dan 27 ribu lebih orang meninggal.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 25-29 January 2021.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau terkoreksi, sempat ke level 21 bulan tertingginya lalu terkoreksi profit taking investor di dua hari terakhirnya dengan perpanjangan PPKM dan searah regional. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya bias menguat lalu terkoreksi. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 1.04%, atau 66.285 poin, ke level 6,307.127. Untuk minggu berikutnya (11-15 Januari 2021), IHSG kemungkinan dari konsolidasi dua minggu terakhir akan melanjutkan tren bullish, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6,505 dan kemudian 6,636, sedangkan support level di posisi 6,190 dan kemudian 5,987.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau fluktuatif dan berakhir melemah terbatas saja di tengah terus mengalirnya capital inflow ke pasar uang domestik, sementara dollar global terkoreksi lagi, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir melemah 0.11% ke level Rp 14,035. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan bias menurun, atau kemungkinan rupiah bias penguatan, dalam range antara resistance di level Rp14,217 dan Rp14,303, sementara support di level Rp13,915 dan Rp13,862.

===

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Januari 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,50%. Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas eksternal yang terjaga, serta upaya untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Selanjutnya dijelaskan oleh BI, antara lain sebagai berikut:

  • Pertumbuhan ekonomi domestik yang membaik hingga akhir 2020, diprakirakan meningkat secara bertahap pada 2021. Meski sedikit lebih rendah dari perkiraan semula, perkembangan sejumlah indikator pada Desember 2020 mengindikasikan perbaikan yang terus berlangsung, seperti aktivitas ekspor dan impor yang meningkat, PMI manufaktur yang membaik, serta ekspektasi penjualan dan konsumen yang masih tetap baik.
  • Program vaksin nasional yang telah dimulai pada awal Januari 2021 dan disiplin yang tetap dibarengi dengan penerapan protokol Covid-19 diharapkan dapat mendukung proses pemulihan ekonomi domestik.
  • Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diprakirakan tetap baik, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal. Kinerja positif transaksi berjalan diprakirakan berlanjut pada triwulan IV 2020, terutama didorong oleh surplus neraca barang yang meningkat. Neraca perdagangan pada triwulan IV 2020 mencatat surplus sebesar 8,3 miliar dolar AS.
  • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2020 tetap tinggi, yakni 135,9 miliar dolar AS, setara pembiayaan 10,2 bulan impor atau 9,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi tersebut menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah pemulihannya di tahun 2021 ini.

===

 

Memasuki minggu keempat bulan pertama tahun 2021, pasar terpantau masih fluktuatif di berbagai instrumen investasi. Tahun ini telah diawali dengan ketidakpastian prospek pemulihan ekonomi global, yang punya pengaruh bagi ekonomi domestik, di antaranya oleh terus tingginya penambahan korban virus corona, bahkan mungkin investor sudah mengalami kerugian di beberapa transaksi investasi. Sebagian investor mungkin menyebutkan bahwa pasar sedang kurang jelas, sebagian lagi memandang ini sebagai kesempatan untuk suatu trading di dalam range (rangebound). Tentunya ini semua harus didukung dengan skill dan knowledge. Bersama Vibiznews.com Anda bisa mengembangkan hal-hal tersebut secara optimum. Selamat menuai lebih lagi sukses Anda di tahun ini, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here