Perkembangan Stimulus vs Pengetatan Restriksi — Global Market Outlook, 25-29 January 2021 by Alfred Pakasi

994

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar terus mencermati perkembangan paket stimulus fiskal AS senilai $1,9 triliun, dengan kemungkinan persetujuannya yang tidak mudah didapat.
  • Perkembangan antara pandemi Covid-19 dengan pendistribusian vaksin, dengan lambatnya distribusi dan terus meningkatnya penyebaran virus yang mengakibatkan Jerman dan Inggris memperpanjang restriksinya.
  • Pasar menantikan Statement dari FOMC Federal Reserve AS minggu mendatang terutama dengan pergantian Menteri Keuangan AS yang sekarang dipegang Janet Yellen, Chairwoman the Fed sebelumnya.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 98.7 juta orang terinfeksi di dunia dan 2.1 juta orang meninggal, dan menyebar ke 218 negara dan teritori.

Pasar saham dunia menguat, harga emas rebound, dan US dollar kembali terkoreksi.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 25-29 January 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum melemah ditekan kenaikan risk currencies oleh prediksi investor penambahan stimulus pandemi di AS akan cenderung melemahkan dollar, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah ke 90.24. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.2170. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2350 dan kemudian 1.2414, sementara support pada 1.2053 dan 1.1800.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.3672 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3746 dan kemudian 1.3792, sedangkan support pada 1.3451 dan 1.3134. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah terbatas ke level 103.71.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 104.40 dan 105.35, serta support pada 103.08 serta level 101.18. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat tipis ke level 0.7711 Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7820 dan 0.7916, sementara support level di 0.7642 dan 0.7462.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum bias menguat dengan sentimen positif dari kebijakan penambahan stimulus AS. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat terbatas ke level 28,631. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 28979 dan 29300, sementara support pada level 27002 dan 26921. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 29,448. Minggu ini akan berada antara level resistance di 30135 dan 31521, sementara support di 27457 dan 27080.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat dan sempat mencetak rekor lagi oleh ekspektasi atas stimulus AS yang lebih besar. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 30,997.0, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 31272 dan 31300, sementara support di level 29882 dan 29755. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 3,838.1, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3868 dan 3900, sementara support pada level 3662 dan 3607.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau bangkit kembali oleh pelemahan mata uang dollar dan naiknya emas sebagai hedging inflasi walau terkoreksi di hari terakhirnya, sehingga harga emas spot secara mingguan rebound ke level $1,855.80 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1917 dan berikut $1959, serta support pada $1802 dan $1764.

 

Memasuki minggu keempat bulan pertama tahun 2021, pasar terpantau masih fluktuatif di berbagai instrumen investasi. Tahun ini telah diawali dengan ketidakpastian prospek pemulihan ekonomi global, di antaranya oleh terus tingginya penambahan korban virus corona, bahkan mungkin investor sudah mengalami kerugian di beberapa transaksi investasi. Sebagian investor mungkin menyebutkan bahwa pasar sedang kurang jelas, sebagian lagi memandang ini sebagai kesempatan untuk suatu trading di dalam range (rangebound). Tentunya ini semua harus didukung dengan skill dan knowledge. Bersama Vibiznews.com Anda bisa mengembangkan hal-hal tersebut secara optimum. Selamat menuai lebih lagi sukses Anda di tahun ini, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here