(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) beberapa waktu terakhir bergerak dalam rentang harga antara $59.50 sampai $62.00. Saat ini harga minyak WTI diperdagangkan disekitar $61.00, dengan penurunan berhadapan dengan “support” di $59 dan kenaikan berhadapan dengan “resistance” di $62.
Kabar baik datang dari Mesir, dimana otoritas Mesir berhasil membuat kapal super besar Ever Given yang sebelumnya terdampar, kembali dapat mengapung dan berjalan di Kanal Suez yang mengakibatkan perdagangan global kembali normal secara bertahap.
Salah satu dari penggerak harga minyak mentah yang paling penting adalah pertemuan OPEC+ pada tanggal 1 April yang kebanyakan setuju untuk menaikkan produksi. Namun, keprihatinan akan permintaan minyak mentah dari Eropa yang sedang dilanda gelombang ketiga dan kejatuhan yang tajam dari harga minyak belakangan ini, membuat rencana kenaikan produksi menjadi tidak pasti.
Penggerak harga minyak mentah yang penting lainnya adalah perkembangan pandemi di Eropa saat ini. Lockdown yang lebih ketat di daratan Eropa ditengah serangan gelombang ketiga Covid – 19 telah membebani harga minyak mentah WTI.
Kanselir Jerman Angela Merkel kehilangan kesabaran dalam usaha mengendalikan penyebaran Covid – 19 menghadapi tindakan dari negara bagian di Jerman, dan kemungkinan akan mensentralisir kekuasaan dan mempertimbangkan akan memberlakukan jam malam seperti tetangganya Perancis.
Sementara itu, Paris sedang berusaha memberlakukan restriksi yang baru karena infeksi meningkat dengan kecepatan yang mengkuatirkan dan rumah sakit terancam kebanjiran pasien Covid.
Namun di Inggris keadaan baik dengan kasus baru dan kematian serta masuk ke rumah sakit masih rendah dan ekonomi sedang dalam jalur pembukaan kembali.
“Support” terdekat menunggu di $59.46 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $58.17 dan kemudian $56.22. “Resistance” yang terdekat menunggu di $61.95 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $63.16 dan kemudian $64.97.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



