(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak sawit pada penutupan pasar hari Rabu turun dari harga tertinggi 1 bulan kemarin karena profit taking sebelum libur hari Kamis, dan juga mengikuti turunnya harga minyak kedelai.
Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Rabu di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 130 ringgit (3.20%) menjadi 3,942 ringgit ($961.46) per ton setelah naik 4.7% pada hari Selasa peningkatan harian tertinggi dalam 11 bulan.
Harga minyak sawit turun karena profit taking sebelum hari libur Malaysia dan juga mengikuti turunnya harga minyak kedelai.
Harga minyak kedelai di the Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai turun 3.6% sementara harga minyak kedelai di the Dalian Commodity Exchange turun 1%.
Pada hari Rabu GAPKI ( Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) memberikan laporan :
- produksi CPO Indonesia pada bulan Maret sebesar 3.71 juta ton naik 13.5% dari 3.27 juta ton di tahun lalu dan naik 20.9% dari bulan Februari.
- Ekspor minyak sawit Indonesia, negara produsen minyak sawit terbesar di dunia sebesar 3.24 juta ton pada bulan Maret naik 18.68% dari tahun lalu dan naik 62.8% dari Bulan Februari.
- Persediaan akhir minyak sawit sebesar 3.2 juta ton di bulan Maret turun 5.4% dari tahun lalu dan turun 20.6% dari bulan Februari. Permintaan meningkat karena berkurangnya persediaan dari minyak nabati saingan . Ketidak pastian penanaman dan produksi dari biji-bijian lain membuat permintaan minyak sawit meningkat karena harganya mudah diprediksi.
- Konsumsi minyak sawit domestik di Indonesia sebesar 1.59 juta ton naik 5.3% dari tahun lalu, naik 0.6% dari bulan lalu.
Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,850 ringgit kemudian ke 3,810 ringit sedangkan resistant pertama di 4010 ringgit kemudian ke 4,280 ringgit.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido


