Pasar yang Tetap Optimis di Tengah Kenaikan Covid — Domestic Market Outlook, 12-16 July 2021 by Alfred Pakasi

714

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Investor terus mencermati kenaikan kasus baru Covid-19 yang mencapai rekor tertingginya dan kemudian menurun di akhir pekan.
  • Pasar keuangan tetap positif dengan kebijakan PPKM Darurat, sehingga IHSG dan rupiah cnderung menguat.
  • Bank Indonesia merilis data survei konsumen yang tetap optimis dan cadangan devisa bulan Juni yang kembali meningkat.

Untuk korban virus di Indonesia, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 2,491 ribu orang terinfeksi, 2,052 ribu sembuh dengan tingkat kesembuhan masih tinggi 82.38%, dan 65 ribu lebih orang meninggal.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 12-16 July 2021.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat bertahap di minggu keduanya dalam pergerakan yang sideways dan bias positif ditopang investor lokal yang banyak memburu saham farmasi dan medis di tengah kenaikan kasus Covid di Indonesia. IHSG membukukan kinerja terbaik sekawasan Asia. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya melemah. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0.28%, atau 16.836 poin, ke level 6,039.844. Untuk minggu berikutnya (12-16 Juli 2021), IHSG kemungkinan masih konsolidasi dan sideways dengan bias positif, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.135 dan 6.231. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.913, dan bila tembus ke level 5.884.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu rebound terbatas dari 10 minggu terendahnya walau 3 hari terakhirnya terkoreksi, ditopang sebagiannya oleh aliran modal masuk ke pasar obligasi, sementara juga dollar global balik terkoreksi, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir menguat terbatas 0.03% ke level Rp 14,527. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan menurun terbatas, atau kemungkinan rupiah dalam rentang terbatas dan berpeluang menguat, dalam range antara resistance di level Rp14,572 dan Rp14,634, sementara support di level Rp14.370 dan Rp14.295.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau naik perlahan secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun yields obligasi dan berakhir ke 6,554% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah aksi beli investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury cenderung merosot lalu rebound di akhir minggu ini.

===

Bank Indonesia merilis Survei Konsumen (SK) pada awal Juni 2021 yang mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi masih terus menguat. Indeks Keyakinan Konsumen1 (IKK) Juni 2021 meningkat sebesar 107,4, dibandingkan 104,4 pada bulan Mei 2021.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2021 dilaporkan BI tercatat sebesar 137,1 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Mei 2021 sebesar 136,4 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,2 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.

Berdasarkan data transaksi 5 – 8 Juli 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp0,64 triliun, terdiri dari beli neto di pasar SBN sebesar Rp1,20 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp0,56 triliun.

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah pemulihannya di tahun 2021 ini.

===

 

Dinamika pasar terus bergerak secara aktif, naik turun di pasar investasi. Perkembangan dan kenaikan pandemi Covid di dunia, pemulihan ekonomi global yang terancam, ekonomi Amerika yang menguat namun masih rentan, dan seterusnya. Itu yang ramai terjadi dalam pasar financial global. Kalau Anda tidak punya waktu banyak kesempatan untuk mengikuti dan memahami pergerakan pasar demikian, Vibiznews.com dapat membantu Anda sepenuhnya serta memanfaatkannya untuk keputusan investasi yang lebih akurat. Terima kasih telah bersama kami mengingat kami ada demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here