(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (9/8) terpantau terkoreksi terbatas 8,873 poin (0,14%) ke level 6.194,558 setelah dibuka naik ke level 6.229,124. IHSG di dua zona lalu terkoreksi di overbought area-nya, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini umumnya menguat setelah Dow Jones mencetak rekor di akhir pekan sementara investor terus mencermati perkembangan penyebaran virus varian Delta.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau terkoreksi 0,14% atau 20 poin ke level Rp 14.370, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak setelah melejit di sesi global sebelumnya; ke posisi 4 bulan tertingginya vs euro oleh ekspektasi investor bahwa the Fed akan melakukan tapering yang lebih awal setelah rilis NFP AS melebih perkiraan. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.350.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 25,693 poin (0,41%) ke level 6.229,124. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,268 poin (0,27%) ke level 841,869. Siang ini IHSG melemah 8,873 poin (0,14%) ke level 6.194,558. Sementara LQ45 terlihat turun 1,07% atau 9,021 poin ke level 835,116.
Siang ini tujuh dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor industry dasar yang merosot 1,45%, diikuti sektor infrastruktur yang turun 0,75%.
Tercatat sebanyak 210 saham naik, 280 saham turun dan 148 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 1.200,90 kali transaksi sebanyak 18,99 miliar lembar saham senilai Rp 10,238 triliun.
Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya bias menguat, di antaranya Indeks Shanghai yang menanjak 0,94%, dan Hang Seng yang naik 0,94%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Bank BSI (BRIS) -5,20%, Merdeka Cooper (MDKA) -4,10%, BRI Agro (AGRO) -3,82%, dan Bank Jago (ARTO) -2,83%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak di dua zona lalu ditahan profit taking, sedangkan bursa kawasan Asia menguat setelah Dow Jones mencetak rekor di akhir pekan. Berikutnya IHSG kemungkinan masih diintip profit taking di sekitar area overbought-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.263 dan 6.358. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.048, dan bila tembus ke level 5.947.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group
Editor: Asido



