IHSG Rabu Ditutup Tergelincir 2% ke Level 6.723; Tekanan dari 18 Saham Dikeluarkan MSCI

212
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Rabu sore ini (13/5), terpantau merosot tajam 135,579 poin (1,98%) ke level 6.723,320 setelah dibuka turun ke level 6.763.945.

IHSG bergerak bearish ke level 13 bulan terendahnya, setelah review MSCI yang mengeluarkan 6 saham dari MSCI Global Standard Index dan 13 saham dari MSCI Small Cap Indexes, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat di tengah rapuhnya gencatan senjata perang Iran dan investor antisipasi pertemuan Trump dan Xi Jinping, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir dengan bias koreksi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat 0,20% atau 35 poin ke level Rp 17.460, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya; menghampiri seminggu tertingginya setelah rilis inflasi AS yang lebih panas dan menurunkan prospek pemangkasan suku bunga the Fed serta melajunya kembali harga minyak.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.495, serta terpantau menambah kekuatan rebound dari area rekor terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 94,954 poin (1,38%) ke level 6.763.945. Sedangkan indeks LQ45 turun 5,900 poin (0,88%) ke level 663,940. Siang ini IHSG melemah 124,362 poin (1,81%) ke level 6.734,537. Sementara LQ45 terlihat turun 1,66% atau 11,150 poin ke level 658,690.

IHSG kemudian melandai rendah dan ditutup merosot 135,579 poin (1,98%) ke level 6.723,320. Sementara LQ45 terlihat turun 1,79% atau 11,960 poin ke level 657,880. Tercatat saat ini sebanyak 239 saham naik, 416 saham turun dan 163 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang naik 0,84%, dan Hang Seng yang merangkak 0,15%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjut bearish pada 13 bulan terendahnya sebagai dampak dari MSCI, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di tengah rapuhnya gencatan senjata dan investor antisipasi pertemuan Trump dan Xi Jinping, serta mencermati Wall Street yang berakhir bias koreksi.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih cenderung bearish, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.207 dan 7.578. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,688 dan bila tembus ke level 6,428.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group