(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan akhir pekan lalu ditutup turun 37,09 poin, atau 1,16%, menjadi 3.171,29. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka melemah 6,36 poin atau 1,56% ke posisi 416.06, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 422.04 dan sempat turun ke posisi terendah di 413.64.
Kospi terus merugi oleh aksi jual besar-besaran investor asing kepada saham terkait chip dan karena kasus harian COVID-19 melonjak di Korsel. Tekanan jual saham chip yang merupakan saham penggerak pasar dipicu oleh perkiraan suram untuk permintaan chip dimasa mendatang dan kekhawatiran tentang kemungkinan pengurangan stimulus oleh Federal Reserve AS.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street mixed dengan Dow Jones dan S&P500 lanjut capai rekor baru merespon baik laporan pendapatan yang kuat, data pasar tenaga kerja yang optimis dan pengesahan RUU infrastruktur besar-besaran oleh Senat AS.
Demikian harga minyak mentah berjangka WTI melemah untuk hari kedua setelah IEA memperingatkan bahwa permintaan minyak mentah yang meningkat dapat berhenti pada bulan Juli dan akan meningkat pada kecepatan yang lebih lambat selama sisa tahun 2021 karena lonjakan varian Delta COVID-19.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 melemah, awal sesi dapat turun menuju posisi 413,60 dan jika tembus meluncur ke posisi S2 hingga S3. Namun jika kemudian terkoreksi, indeks naik ke posisi 424.04 dan jika tembus akan lanjut ke pivot sebelum ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 451.76 | 446.26 | 435.03 | 429.79 | 418.55 | 412.56 | 401.82 |
| Buy Avg | 423.34 | Sell Avg | 413.60 |



