(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex, naik ke $67.18 setelah pada hari kemarin sudah lebih dulu naik ke $65.63, pemulihan yang mantap dari kerendahan selama tiga bulan, menghentikan kerugian sepanjang minggu yang lalu.
Kembali naiknya harga minyak mentah WTI secara solid masih disebabkan oleh faktor fundamental yang bullish di tengah kondisi yang sudah oversold dan juga melemahnya dollar AS secara luas serta profil pasar yang “risk-on”.
Para investor melepaskan assets safe-haven dan berpindah ke saham dan komoditi seperti emas dan metal berharga lainnya yang mengalami kenaikan yang signifikan. Kenaikan disebabkan juga karena berita bahwa covid di Cina telah berhasil dikontrol dengan otoritas melaporkan kasus covid per hari sudah nol.
Dollar AS yang safe-haven berada di bawah tekanan jual setelah FDA AS memberikan persetujuan penuh terhadap vaksin covid – 19 dari Pfizer/BioNTech. Selain berpotensi membantu meyakinkan orang Amerika yang sedang ragu-ragu untuk mendapatkan suntikan vaksin, juga memfasilitasi mandat vaksin bagi institusi dan perusahaan-perusahaan.
Perhatian pasar saat ini berada pada symposium Jackson Hole selama dua hari, dimana kepala the Fed Jerome Powell diskedulkan akan berbicara pada hari Jumat, 27 Agustus. Pasar bersemangat dengan prospek bahwa Federal Reserve akan menunda melakukan “tapering” dari skema pembelian obligasi, yang membuat dollar AS melemah.
“Support” terdekat menunggu di $67.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $66.64 dan kemudian $66.11. “Resistance” yang terdekat menunggu di $67.54 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $68.58 dan kemudian $71.23.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



