(Vibiznews-Forex) – Posisi Aussie dolar dalam pair AUDUSD pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (24/2/2022) bergerak lemah hingga menembus posisi support lemah hariannya di tengah kuatnya permintaan safe haven. Aussie retreat dari level tertinggi 1 bulan di $0,728 yang dicapai di sesi sebelumnya ketika mata uang terangkat oleh harga komoditas yang kuat.
Permintaan safe-haven meningkat dikarenakan pasar global bergejolak setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan bahwa Rusia akan meluncurkan operasi militer di Ukraina, dan memperingatkan negara-negara lain bahwa setiap upaya untuk mengganggu tindakan Rusia akan mengarah pada konsekuensi yang belum pernah mereka lihat. Diberitakan juga bahwa pasukan Rusia menembakkan rudal ke beberapa kota Ukraina dan mendaratkan pasukan di pantai selatannya.
Sementara itu, tingkat upah Australia tumbuh 2,3% pada basis tahunan pada kuartal yang berakhir Desember, meleset dari ekspektasi dan kurang dari level 3%-plus yang menurut pembuat kebijakan akan membenarkan kenaikan suku bunga. Data tersebut menambah ketidakpastian yang berkembang untuk arah kebijakan moneter karena pasar telah lama memperkirakan kenaikan suku bunga 0,1% pada bulan Juni, dengan suku bunga mencapai 1,25% pada akhir tahun.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa menanjak setelah menguat di sesi global sebelumnya; melaju di antara euro yang tergelincir dan sebagai safe haven di antara kekhawatiran investor akan eskalasi serangan penuh Rusia ke Ukraina.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD melemah, kini pair berada di posisi 0.7186 yang berusaha naik ke pivot di 0.7244 dan jika tembus naik ke resisten kuatnya di 0.7272 – 0.7295. Namun jika turun kembali ke posisi 0.7168 akan meluncur ke support lainnya di 0.7134 – 0.7105.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting




