(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD bergerak rebound dari pelemahan awal sesi pada perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (2/2/2026) di tengah koreksi dolar AS.
Poundsterling sebelumnya diperdagangkan lebih rendah oleh kuatnya dolar AS merespon penunjukkan Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve (Fed) yang baru oleh Presiden AS Donald Trump.
Terpilihnya Kevin Warsh sebagai pengganti Ketua Fed saat ini, Jerome Powell, telah menghasilkan peningkatan tajam pada daya tarik dolar AS, mengingat preferensi historisnya terhadap Dolar AS yang kuat selama menjabat sebagai gubernur Fed.
Para ahli pasar percaya bahwa pemotongan suku bunga selama masa jabatan Warsh akan lebih lambat daripada kandidat lain dalam pemilihan jika mereka terpilih.
Selain itu, ia dikenal karena menentang Pelonggaran Kuantitatif (QE) dalam neraca Fed di bawah kepemimpinan Ben Bernanke.
Sentimen positif diperkuat oleh prospek kenaikan suku bunga Bank of England meskipun pekan ini akan mengumumkan suku bunga tidak berubah.
Secara teknikal, pair bergerak naik menuju area pivot dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan laju pair berlanjut menembus resisten.
Kini pair berada di posisi 1.3714 yang berusaha naik menuju 1.3725, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3740 akan berbalik arah dan turun menuju 1.3659. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support lemahnya di S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3908 | 1,3860 | 1,3776 | 1.3725 | 1.3635 | 1.3590 | 1.3500 |



