Harga Kakao Turun Ke Harga Terendah 3 1/2 Minggu

743

(Vibiznews – Commodity) – Harga kakao turun ke harga ke terendah 3 ½ minggu, karena kekhawatiran invasi Rusia ke Ukraina akan mempersulit pengiriman komoditas, harga minyak mentah naik sehingga perekonomian global akan terganggu akibatnya banyak orang akan mengurangi konsumsi akan minuman dan makanan yang tidak utama, sehingga permintaan coklat berkurang.

Harga kakao Mei di ICE New York turun $48 (1.80%) menjadi $2,616 per ton dan harga kakao Maret di ICE London turun 1.46%.

Persediaan naik di Ivory Coast setelah pemerintah Ivory Coast melaporkan pada hari Senin bahwa petani di Ivory Coast mengirimkan kakao ke pelabuhan sebesar 1.66 MMT dari tanggal 1Oktober – 20 Februari 2022 naik 1.8% dari tahun lalu pada periode yang sama.

Penurunan penyebaran virus covid di AS sehingga membuat pembatasan akan dilepaskan sehingga pertemuan – pertemuan bisa berlangsung lagi dan permintaan kakao akan naik kembali. Rata-rata 7 hari penambahan penderita covid di AS turun ke terendah 2 3/4 bulan pada hari Rabu sebesar 79,869

Harga kakao naik ke harga tertinggi 4 minggu pada 10 Februari karena angin kering Harmattan melanda Afrika Barat dan kekeringan terjadi di perkebunan kakao sehingga mengganggu tanaman kakao mengakibatkan hasil panen kakao berkurang di Ivory Coast dan Ghana. Petani kakao melaporkan bahwa tanah di perkebunan kakao kelembabannya kurang karena kekeringan akibat angin Harmattan membuat tidak turunnya hujan.

Data terakhir dari researcher IRI mengatakan bahwa penjualan retail coklat di AS pada kuartal 4 naik 5 % dari tahun lalu.

Permintaan kakao global pada kuartal ke 4 Mixed . The National Confectioners Association melaporkan pada hari Kamis lalu kakao yang digiling di AS turun 1.2% dari tahun lalu menjadi 116,614 MT lebih rendah dari lalu jumlah perkiraan naik +4.6% dari tahun lalu.

The European Cocoa Association melaporkan bahwa permintaan kakao untuk diproses kuartal ke 4 dari Eropa naik 6.3% dari tahun lalu menjadi 365,826 MT diatas perkiraan naik 6% dari tahun lalu. Pada 2021 kakao yang diproses di Eropa naik 6.1% dari tahun lalu menjadi 1.46 MMT tertinggi sejak 1999.

Permintaan kakao untuk digiling dari Asia pada kuartal ke 4 naik 6.3% dari tahun lalu menjadi 231,309 MT lebih tinggi dari perkiraan naik 2.3% dari tahun lalu.

Penurunan ekspor kakao dari Nigeria, negara produsen kakao terbesar ke lima di dunia, ekspor di bulan Januari turun 8% dari tahun lalu menjadi 46,142 MT.

Persediaan kakao di AS berkurang membuat harga naik setelah persediaan kakao AS dalam pengawasan ICE pada 27 Januari turun ke jumlah terendah 9 1/2 bulan turun dari rekor tertingginya di 5.86 juta kantong (data dari 1999) pada 30 Juni dan persediaan kakao Uni Eropa turun ke jumlah terendah 9 ½ bulan pada 25 Januari . Jumlah persediaan kakao pada hari Kamis sebesar 4.723 juta kantong

Analisa tehnikal untuk kakao support pertama di $2,610 dan berikut di $2,550 sedangkan resistant pertama di $2,700 dan berikut di $2,790.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting