Harga Minyak Sawit Kembali Naik Mengikuti Kenaikan Dari Minyak Mentah

565
minyak sawit

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan pasar hari Senin harga minyak sawit naik kembali untuk ke tujuh hari dari delapan hari terakhir, karena kekhawatiran akan persediaan komoditi global apabila negara Barat menerapkan sangsi kepada Rusia akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Harga minyak sawit Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 326 ringgit atau 5.46% menjadi 6,292 ringgit ($1,499.52) per ton.Harga di pasar spot naik 11.4% menjadi 7,473 ringgit.

Kenaikan harga minyak sawit yang sangat tinggi ini   pernah terjadi  13 tahun yang lalu, kenaikan yang tinggi  karena mengikuti kenaikan dari harga komoditas global akibat Invasi Rusia ke Ukraina

Harga komoditas global meningkat  dengan menguatnya harga minyak mentah, harga biji-bijian , minyak nabati dan harga logam mulia setelah negara-negara Barat memberikan sangsi kepada Rusia dengan memblokir bank Rusia dari sistem pembayaran global. Ekspor semua komoditas Rusia dari minyak dan logam hingga biji-bijian akan sangat terganggu oleh sanksi Barat, hal ini memberikan pukulan bagi ekonomi Rusia dan merugikan Barat dengan lonjakan harga  yang berakibat inflasi.

Harga minyak Brent naik kembali   sampai $100, membuat harga minyak sawit menjadi alternatif pengganti bahan bakar fossil melalui biodiesel.

India diperkirakan akan kembali mencari minyak sawit untuk persediaan sebelum bulan Ramadan, selama ini tingginya harga minyak sawit membuat India membeli minyak bunga matahari dari Ukraina, namun setelah invasi Rusia maka  pelabuhan Ukraina di tutup,  akibatnya India harus mencari alternatif lain untuk minyak nabati, bisa ke minyak kedelai atau kembali lagi ke minyak sawit.

Ekspor Malaysia di bulan Febuari naik antara 7.2% sampai 9.6% dari Januari

Harga minyak kedelai di Bursa Dalian naik 0.3% sementara harga minyak sawit turun 0.9%. Harga minyak kedelai di Bursa Chicago Board of Trade naik 4.3%.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama 5,770 ringgit kemudian ke 5, 630 ringgit sedangkan resistant pertama di 6,470 ringgit kemudian ke 6,580 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting