(Vibiznews – Commodity) Setelah turun menyentuh ke rendahan di $92.27 pada hari Selasa minggu lalu, harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex berbalik naik menembus $100 ke sekitar $108.05.
Harga minyak mentah WTI dengan cepat naik kembali setelah International Energy Agency (IEA) membangkitkan keprihatinan atas akan berkurangnya supply yang disebabkan sanksi yang dikenakan terhadap Rusia oleh para pemimpin Barat termasuk larangan impor minyak dari Rusia. Menurut International Energy Agency, pasar minyak mentah akan bisa kehilangan sebanyak 3 juta barel per hari dari hilangnya supply dari Rusia sejak bulan April.
Sementara itu di medan perang perkembangan tidak menjadi lebih baik. Perkembangan geopolitik terbaru adalah pemerintah Ukraina menolak mentah-mentah seruan dari Rusia untuk menyerahkan kota pelabuhan di Mariupol sebagai ganti diberikannya koridor kemanusiaan. Hal ini terjadi setelah pasukan Rusia berhasil maju ke Pelabuhan Mariupol yang terkepung setelah satu roket yang mematikan menghantam pada hari Sabtu.
Hal ini membuat pergerakan optimis belakangan ini menjadi tertahan di pasar dan membebani sentimen para investor. Kegelisahan ini jelas terlihat pada pasar saham yang dikuasai sentimen yang penuh kehati-hatian yang menguntungkan assets yang safe-haven secara tradisional, termasuk dollar AS.
“Support” terdekat menunggu di $106.73 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $105.12 dan kemudian $103.16. “Resistance” yang terdekat menunggu di $109.05 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $112.64 dan kemudian $114.60.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Reseach Vibiz Consulting
Editor: Asido


