Rekomendasi Minyak Mingguan 28 Maret – 1 April 2022: Cenderung Naik Lagi?

553
harga minyak

(Vibiznews – Commodity) Setelah sempat naik ke level tertinggi selama 14 tahun di $127, harga minyak mentah sempat turun signifikan dan dengan cepat ke level $94. Namun dengan cepat juga harga minyak mentah naik lagi karena perang Rusia – Ukraina terus berlangsung tanpa ada tanda-tanda akan adanya gencatan senjata atau perdamaian.

Hari Senin harga minyak mentah WTI naik ke $109, pada hari Selasa naik lagi ke $113 dan sempat naik ke $116 pada pertengahan minggu karena kekuatiran akan berkurangnya supply minyak dari Rusia akibat di embargonya minyak Rusia oleh AS dan negara – negara Barat, meskipun posisi ketinggian yang ada tidak berlangsung lama dengan harga minyak mentah turun kembali ke $110 karena melemahnya keprihatinan mengenai disrupsi pipa CPC di Kazakhstan, ditambah dengan gagalnya Uni Eropa untuk mendapatkan kesepakatan atas embargo minyak Rusia telah memicu aksi ambil untung yang menekan turun harga minyak mentah WTI. Sebelumnya otoritas di Kazakhstan mengumumkan bahwa aliran minyak sebanyak 1,3 juta barel per hari telah terhenti karena perlu perbaikan akibat kerusakan karena badai.

Laporan di sosial media menunjukkan pada hari Jumat bahwa fasilitas minyak Aramco Arab Saudi yang berlokasi di Jeddah Arab Saudi dihantam misil yang dilancarkan oleh pemberontak milisi Houti Yaman. Berita ini telah mengirim harga minyak mentah melompat dari sekitar $110 ke sekitar $112.

Sementara itu spekulasi pada awal minggu lalu bahwa Uni Eropa pada hari Kamis akan mengumumkan embargo terhadap semua impor minyak dari Rusia pada pertemuan tingkat tinggi NATO/Uni Eropa tidak menjadi kenyataan. Ketergantungan yang berat terhadap impor energi dari Rusia membuat negara-negara Eropa seperti Jerman menolak keputusan untuk mengembargo semua impor minyak dari Rusia karena ketakutan akan menghancurkan ekonomi dalam negeri.

Kegagalan Uni Eropa untuk mengenakan sanksi yang lebih besar terhadap impor minyak dari Rusia telah mengakibatkan aksi ambil untung yang membuat turun harga minyak mentah WTI pada akhir minggu lalu.

Meskipun demikian, traders kelihatannya tetap berminat untuk menambah posisi beli di area harga minyak mentah $110. Para ahli strategi komoditi berpikir bahwa dampak dari perang Rusia – Ukraina terhadap ekspor minyak mentah Rusia akan menjadi semakin jelas pada bulan – bulan yang akan datang, sehingga akan ada banyak ruang bagi kenaikan harga minyak mentah WTI.

Sementara itu, pernyataan-pernyataan yang terbaru, yang datang dari para negosiator Rusia menunjukkan bahwa kesepakatan damai Rusia – Ukraina yang bisa berpotensi meredakan sanksi Barat, kelihatannya tidak akan bisa tercapai dalam waktu dekat.

Dengan demikian kemungkinan harga minyak mentah WTI akan naik kembali.

“Support” terdekat menunggu di $109.48 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $108.32 dan kemudian $106.14.  “Resistance” yang terdekat menunggu di $114.27 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $118.05 dan kemudian $120.22.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Reseach Vibiz Consulting

Editor: Asido