(Vibiznews – Commodity) – Harga kedelai melanjutkan penurunan pada awal bulan hari Jumat 1 April setalah Laporan NASS mengenai kedelai yang diproses yang mengalami penurunan dan persediaan minyak kedelai meningkat.
Harga kedelai Mei di CBOT turun 35.4 sen (2.19%) menjadi $15.8275 per bushel, harga soymeal turun $17.50 (3.74%) menjadi $450 per ton dan harga minyak kedelai naik $1.26 (1.80%) menjadi $71.20
Harga kedelai turun tajam pada penutupan pasar hari Jumat setelah Laporan NASS mengenai kedelai yang diproses selama Februari sebesar 174.4 mbu kedelai masih dalam range perkiraan tapi masih di bawah perkiraan rata-rata sebesar 175.2 mbu. Pengilingan kedelai di Februari 2021 sebesar 164.33 mbu. Total kedelai yang digiling sampai bulan Februari 2022 sebesar 1.118 bbu, sudah 50.5% dari perkiraan USDA pada bulan Maret.
Kedelai yang digiling harus rata-rata 182.75 mbu per bulan untuk mencapai perkiraan USDA untuk 2021/22. Persediaan minyak kedelai dilaporkan sebesar 2.566 milyar lbs diatas perkiraan 2.522 milyar dan 2.5 milyar pada bulan lalu.
Perkiraan Datagro hasil panen Brazil sebesar 125.1 MMT turun dari perkiraan sebelumnya 130.3 MMT namun masih dibawah perkiraan USDA 127 MMT.
Laporan pada hari Jumat di area penanaman kedelai di Buenos Aires beku sehingga mengganggu tanaman kedelai di Argentina. Perkiraan BAGE hasil kedelai sebesar 42 MMT.
Harga kedelai pada akhir bulan 31 Maret tertekan sampai mencapai harga terendah pada bulan Maret setelah dua laporan sekaligus, laporan persediaan bulanan dan area penanaman dan juga Laporan Ekspor mingguan.
Pada hari Kamis 31 Maret Harga kedelai Mei di CBOT turun 45.6 sen (2.75%) menjadi $16.1825 per bushel, harga soymeal turun $5.6 (1.18%) menjadi $467.50 per ton dan harga minyak kedelai turun $2.28 (3.16%) menjadi $69.94.
Harga kedelai pada penutupan pasar hari Kamis turun setelah laporan mingguan ekspor Sebesar 1.306 MMT sampai 24 Maret kenaikan mingguan tiga kali dibanding 105k MT pada tahun lalu di minggu yang sama. Dari persediaan baru penjualan sebesar 54k MT sehingga total penjualan forward tahun marketing ini sebesar 8.164 MMT atau 54% dari total tahun lalu. Pengiriman ekspor mingguan sebesar 670k MT pada minggu ini dan total ekspor tahun marketing ini 43.545 MMT.
NASS melaporkan Laporan persediaan bulanan Kuartal 1 persediaan kedelai dari 1 Maret sebesar 1.931 bbu naik 23 mbu diatas perkiraan pedagang, pada Q2 diperkirakan permintaan sebesar 1.22 bbu karena persediaan Desember naik 3 mbu. Permintaan Q2 diperkirakan rata-rata 1.25 bbu.
Persediaan turun karena pada tahun lalu ada badai Ida dan ekspor kedelai AS meningkat akibat ekspor di Brazil sebesar 20 juta MT turun dari perkiraan.
Perluasan penanaman petani berencana menanam 90.95 juta are kedelai pada masa penanaman. Masih dalam perkiraan tapi naik 2.05 juta are di atas rata-rata perkiraan atau naik 2% dari perkiraan dan mencapai rekor baru. Tahun lalu area penanaman sebesar 87.2 juta. Dengan kenaika Area penanaman naik mendekati 100 juta are, kenaikan dari area penanaman karena akan mengalami kesulitan karena kenaikan harga pupuk untuk tanaman kedelai apakah area penanaman ini dapat tercapai. Laporan area penanaman berikut pada bulan Juni 2022 setelah penanaman kedelai selesai.
Analisa tehnikal untuk kedelai dengan support pertama di $15.67, berikut ke $14.62 sedangkan resistant pertama di $16.81 kemudian ke $17.39.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



