Rally Rekor IHSG Berlanjut, Cadangan Devisa Aman — Domestic Market Outlook, 11-15 April 2022

837

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Bursa saham terus menarik aksi beli investor asing yang membawa IHSG kembali menutup pekan dalam rekor (all time high) terbaru di minggu keempatnya.
  • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret dilaporkan BI tetap tinggi, walau agak tergerus untuk pembayaran ULN Pemerintah.
  • Arus modal asing variatif, dengan aksi jual berlanjut di pasar SBN namun di pasar saham terus mengalir masuk dan mendongkrak IHSG.

Minggu berikutnya, isyu antara prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 11-15 April 2022.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat cukup signifikan di minggu keempatnya dan berakhir kembali mencetak rekor baru oleh aksi beli investor asing, menembus level 7.200. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya terkoreksi. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 1,87%, atau 132,075 poin, ke level 7.210,835. Untuk minggu berikutnya (11-15 April 2022), IHSG kemungkinan akan ditahan profit taking karena sudah di overbought area-nya, namun tetap uptrend. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 7.216 dan 7.300. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.040, dan bila tembus ke level 6.968.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu bergerak fluktuatif dan ditutup melemah tipis, di antara investor asing yang masih cenderung melepas SBN dan dollar yang bullish, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir melemah terbatas 0,04% ke level Rp 14.361. Sementara, dollar global bergerak dalam rally secara mingguannya. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan bergerak naik perlahan, atau kemungkinan rupiah agak konsolidatif dengan bias melemah dalam range antara resistance di level Rp14.420 dan Rp14.450, sementara support di level Rp14.260 dan Rp14.249.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau berakhir melemah terbatas secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik tipis obligasi dan berakhir ke 6,789% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah aksi jual investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury rally tinggi.

===

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2022 dilaporkan BI tetap tinggi sebesar 139,1 miliar dolar AS, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Februari 2022 sebesar 141,4 miliar dolar AS. Penurunan posisi cadangan devisa pada Maret 2022 antara lain dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Berdasarkan data transaksi 4-7 April 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp1,95 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp0,83 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp2,78 triliun.

===

 

Fluktuasi pasar investasi di tahun ini kelihatannya terus saja bergejolak (volatile), bahkan termasuk relatif tajam. Dinamikanya tidak pernah habis. Bagi yang awam, periode seperti ini acapkali mendatangkan salah posisi dan selanjutnya kerugian. Tapi bagi trader yang professional, justru ini periode yang menarik karena berpeluang mendatangkan banyak profit. Kata kuncinya ada dua untuk memenangkan pasar investasi ini: belajar dan rajin monitor. Keduanya bisa didapat dengan seketika dari vibiznews.com. Terimakasih, semoga sukses investasi Anda bertambah-tambah, pembaca setia Vibiznews!

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting