(Vibiznews – Commodity) – Harga karet turun pada penutupan pasar hari Senin, mengikuti turunnya pasar modal Asia dan turunnya harga bahan baku dari produsen terbesar Thailand walaupun harga sempat naik karena melemahnya Yen dan perkiraan AS akan menurunkan beberapa bea masuk dari Cina.
Harga karet Nopember di the Osaka Exchange turun 0.9 yen atau 0.4% menjadi 254.1 yen ($1.89) per kg.
Indeks saham Jepang Nikkei turun 07% pada hari Senin.
Harga lateks mencapai harga terendah sejak 28 Januari sebesar 45.25 bath ($1.28) per kg pada hari Senin. Harga latex turun karena banyaknya produksi sehingga persediaan akan meningkat pada beberapa minggu ini.
Pemerintah Jepang menurunkan data hasil industri untuk pertama kalinya setelah 7 bulan pada bulan Juni karena turunnya produksi dari Cina dampak dari pandemi.
The Osaka Exchange rubber contract for November delivery finished down 0.9 yen, or 0.4%, at 254.1 yen ($1.89) per kg.
Melemahnya kurs yen, dolar terhadap yen hari Senin 134.72 yen dari 134.04 yen pada hari Jumat siang di Asia. Melemahnya yen membuat harga komoditi lebih murah apabila dibeli dengan mata uang lain.
Harga karet September di Shanghai Futures Exchange naik 65 yuan menjadi 12,810 yuan ($1,916.29) per ton, setelah Presiden USA mereview semua bea-bea masuk yang dikenakan ke Cina dan kemungkinan akan menunda pajak terhadap bensin karena harga bensin tinggi dan inflasi.
Analisa tehnikal untuk karet dengan support pertama di 253.86 yen dan berikut ke 248.73 yen sedangkan resistant pertama di 256,73 yen dan berikut ke 261,86 yen.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



