Kinerja Industri dan Perdagangan Positif di Tengah Tekanan Global — Domestic Market Outlook, 18-22 July 2022 by Alfred Pakasi

710

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Kenaikan suku bunga dari sejumlah bank sentral global terus berlanjut, mendorong capital outflow dengan BI mencatat dalam sepekan sekitar Rp8,6 triliun.
  • Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2022 kembali mencatat surplus, USD5,09 miliar, melanjutkan surplus neraca perdagangan sejak Mei 2020.
  • Kinerja Sektor Industri Pengolahan triwulan II 2022 terindikasi meningkat dan berada pada fase ekspansi.

Minggu berikutnya, isyu antara prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 18-22 July 2022.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau melemah di minggu ketiganya dalam pasar yang fluktuatif, dan menurun di akhir pekannya searah bursa Asia. IHSG terpantau masih di atas posisi 6 minggu terendahnya. Sementara itu, bursa kawasan Asia variatif. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 1,31%, atau 88,314 poin, ke level 6.651,905. Untuk minggu berikutnya (18-22 July 2022), IHSG kemungkinan akan konsolidasi sejenak tetapi keseluruhannya masih dalam tekanan, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 7.070 dan 7.258. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.559, dan bila tembus ke level 6.509.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu bergerak melemah terbatas di minggu keenamnya ke level sekitar 26 bulan lebih terendahnya, oleh perkasanya dollar di pasar global pada level 20 tahun tertingginya, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir melemah 0,10% ke level Rp 14.992. Sementara, dollar global masih bullish. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan fluktuatif dengan bias menanjak bertahap, atau kemungkinan rupiah mencoba rebound namun tetap cenderung tertekan, dalam range antara resistance di level Rp15.033 dan Rp15.150, sementara support di level Rp14.832 dan Rp14.642.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau berakhir melemah secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik yield obligasi dan berakhir ke 7,365% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah berlanjutnya aksi jual investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury bergerak terkoreksi kembali.

===

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2022 kembali mencatat surplus, yakni 5,09 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar 2,90 miliar dolar AS. Kinerja positif tersebut melanjutkan surplus neraca perdagangan Indonesia sejak Mei 2020. Neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Juni 2022 secara keseluruhan mencatat surplus 24,89 miliar dolar AS.

Bank Indonesia memandang bahwa surplus neraca perdagangan tersebut telah berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Kinerja Sektor Industri Pengolahan triwulan II 2022 terindikasi meningkat dan berada pada fase ekspansi. Hal itu tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 53,61%, lebih tinggi dari 51,77% pada triwulan I 2022. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI-BI.

Berdasarkan data transaksi 11 – 14 Juli 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp8,56 triliun terdiri dari jual neto Rp6,87 triliun di pasar SBN dan jual neto Rp1,69 triliun di pasar saham.

===

Pembaca setia, perhatikanlah chart pergerakan harga asset investasi. Setelah periode rally pasar, tiba juga saat untuk aksi profit taking. Investor akan selalu mencari dan menunggu momentum demikian. Itu yang sebagian pelaku pasar lakukan belakangan ini. Dengan jalan itulah para fund manager global telah mereguk keuntungan besar mereka. Anda ingin sukses investasi? Siapa yang tidak mau, bukan? Ikuti cara para fund manager berinvestasi mengikuti gelombang trend yang ada. Anda pun bisa sukses demikian. Simak terus karenanya vibiznews.com, website investasi yang paling favorit. Kembali, salam sukses bagi Anda, pembaca setia Vibiznews!

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting