(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:
- Data kenaikan upah AS yang melambat ditafsirkan pasar sebagai indikasi penurunan laju inflasi dan pengurangan kenaikan bunga the Fed.
- Emas mencapai level sekitar 7 bulan terkuatnya, sebagai safe haven dan dipacu harapan pelambatan bunga the Fed.
- Pasar akan monitor pekan mendatang, antara lain, pidato Powell pada Selasa, rilis inflasi AS (Core CPI) pada Kamis, serta pertumbuhan GDP Inggris pada Jumat mendatang.
Pasar saham dunia terpantau bias menguat, harga emas bullish, dan US dollar menguat bertahap.
Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dunia global akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 9-14 January 2023.
===
Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan menguat dengan koreksi lumayan di akhir pasar, menguat sebagai safe haven dan kemudian terkoreksi sebagian oleh data melambatnya pertumbuhan upah di AS yang mengindikasikan inflasi sudah berhasil ditahan; dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir naik ke 103.91. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun ke 1.0639. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.0731 dan kemudian 1.0736, sementara support pada 1.0482 dan 1.0292.
Pound sterling minggu lalu terlihat flat ke level 1.2086 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2242 dan kemudian 1.2444, sedangkan support pada 1.1841 dan 1.1647. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik ke level 132.10 Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 138.18 dan 142.25, serta support pada 129.50 serta level 126.36. Sementara itu, Aussie dollar terpantau naik ke level 0.6877. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6893 dan 0.6916, sementara support level di 0.6688 dan 0.6629.
Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed dengan bias menguat oleh bertambahnya preferensi risiko investor serta mengikuti bursa Wall Street. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 25,974. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 26,820 dan 28,330, sementara support pada level 25,622 dan 25,520. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 20,992. Minggu ini akan berada antara level resistance di 21,396 dan 21,471, sementara support di 19,303 dan 18,885.
Bursa saham Wall Street minggu lalu menguat oleh preferensi risiko investor serta perkiraan inflasi sudah melunak oleh aksi kebijakan pengetatan moneter the Fed. Dow Jones secara mingguan menguat ke level 33,631, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 34,395 dan 34,712, sementara support di level 32,581 dan 32,478. Index S&P 500 minggu lalu naik ke level 3,890.0, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,054 dan 4,158, sementara support pada level 3,763 dan 3,694.
Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat ke 7 bulan tertingginya, bullish di minggu ketiganya, terdongkrak oleh harapan bahwa the Fed akan kurang hawkish ke depan ini, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat ke level $1,866.11 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1870 dan berikut $1879, serta support pada $1797 dan $1765.
Kalau di pasar investasi itu, krisis ataupun sebaliknya recovery, bisa merugikan tetapi bisa juga menguntungkan. Yang penting pemilihan instrument investasinya tepat dan pada timing yang pas pula. Dengan demikian, apapun situasi dunia di tahun 2023 yang baru ini, sekalipun ada risiko resesi global, akan selalu ada peluang investasi. Anda hanya butuh partner saja yang dapat dipercaya. Tidak salah bila telah memilih Vibiznews, partner sukses investasi Anda. Dengan ini, kepada semua pembaca kembali disampaikan “Selamat Tahun Baru 2023” untuk menyongsong era baru yang membawa keberhasilan.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting


