(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS, hari Jumat, berbalik naik dan diperdagangkan di sekitar $80.65 per barel.
Naiknya harga minyak mentah WTI disebabkan karena naiknya permintaan minyak dari Cina dan status quo dari People’s Bank of China (PBOC). Permintaan minyak mentah dari Cina pada bulan November naik ke level tertinggi sejak bulan Februari, menurut data yang ditunjukkan oleh the Joint Organisations Data Initiative pada hari Kamis.
Selain itu, naiknya harga minyak mentah WTI juga menunjukkan bahwa para trader minyak mentah WTI mengambil petunjuk dari stabilnya dollar AS dan dari komentar yang hawkish para pejabat Federal Reserve AS.
Deputy Managing Director IMF, Gita Gopinath pada hari Rabu mengatakan bahwa Cina bisa mengalami pemulihan yang cepat di dalam pertumbuhan ekonomi kuartal kedua dan seterusnya ke depannya, berdasarkan tren penularan saat ini, setelah menghapuskan kebanyakan dari restriksi karena Covid – 19.
Support & Resistance
Support” terdekat menunggu di $79.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $78.59 dan kemudian $78.00. “Resistance” yang terdekat menunggu di $80.93yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $81.71 dan kemudian $82.00.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.



