(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi Eropa, hari Selasa, turun dan diperdagangkan di sekitar $80.33 per barel.
Harga minyak mentah turun karena meningkatnya kekuatiran akan resesi di Amerika Serikat, sementara penurunan dibatasi di tengah optimisme pemulihan ekonomi Cina.
Pemerintah Cina telah mengangkat kontrol atas pandemik dan pasar mengharapkan pemulihan permintaan minyak mentah yang signifikan dari Cina di tahun 2023. Optimisme pemulihan ekonomi Cina mendukung pertaruhan kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut.
Pemerintah Cina dan bank sentral Cina, People’s Bank of China (PBoC), diharapkan untuk mendukung stimulus fiscal dan kebijakan moneter ekspansi untuk meningkatkan skala aktifitas ekonomi.
Sementara itu, meningkatnya kekuatiran mengenai resesi AS lebih kuat menekan harga minyak mentah WTI turun. Aktifitas ekonomi AS telah menciut dramatis sejak Federal Reserve AS menaikkan tingkat suku bunga dengan kecepatan tinggi.
Ketua the Fed, Jerome Powell dan para pembuat kebijakan yang lainnya telah terus menerus menyuarakan perlunya konsistensi dalam menaikkan tingkat bunga sampai puncaknya untuk satu periode waktu yang lebih lama untuk mengatasi inflasi yang melekat dengan kuat.
Hal ini kemungkinan akan menghalangi perusahaan-perusahaan untuk meminjam dana untuk menghindari kewajiban membayar bunga yang tinggi.
Support & Resistance
Support” terdekat menunggu di $80.11 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $79.92 dan kemudian $79.26. “Resistance” yang terdekat menunggu di $80.98 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $81.51 dan kemudian $82.55.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.



