(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:
- The Fed mengurangi tingkat kenaikan suku bunganya, di tengah meredanya laju inflasi AS.
- Pertambahan pekerjaan di AS (NFP) dirilis kuat melebihi estimasi, membangkitkan ekspektasi the Fed akan tetap hawkish.
- Dollar rebound dari bearish selama tiga pekan.
- Pasar akan monitor pekan mendatang, antara lain, rilis suku bunga RBA – Australia pada Selasa pagi, serta pidato Chairman the Fed Powell pada Rabu dini hari (WIB) mendatang.
Pasar saham dunia terpantau mixed dengan bias menguat, harga emas terkoreksi, dan US dollar rebound.
Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dunia global akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 6-10 February 2023.
===
Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan rebound setelah bearish tiga pekan, bangkit dari 8 bulan terendahnya, terpicu oleh kuatnya pertambahan lapangan kerja AS (NFP) yang melebihi estimasi, yang kembali mengangkat ekspektasi akan berlanjutnya kenaikan suku bunga the Fed; dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir naik ke 102.99. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun ke 1.0792. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1033 dan kemudian 1.1185, sementara support pada 1.0636 dan 1.0482.
Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.2050 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2445 dan kemudian 1.2600, sedangkan support pada 1.1814 dan 1.1647. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik ke level 131.18 Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 132.87 dan 138.18, serta support pada 127.21 serta level 126.36. Sementara itu, Aussie dollar terpantau turun ke level 0.6920. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7158 dan 0.7247, sementara support level di 0.6871 dan 0.6688.
Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum variatif bias menguat setelah kenaikan bunga the Fed yang lebih rendah serta mengikuti dinamika Wall Street. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat ke level 27,509. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 27,613 dan 27,713, sementara support pada level 26,788 dan 25,748. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 21,660. Minggu ini akan berada antara level resistance di 22,700 dan 23,000, sementara support di 21,383 dan 20,862.
Bursa saham Wall Street minggu lalu mixed dengan bias menguat, ditopang oleh ekspektasi penurunan inflasi AS dan ditahan kuatnya data pertambahan lapangan pekerjaan yang melampaui estimasi. Dow Jones secara mingguan melemah tipis ke level 33,962, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 34,345 dan 34,712, sementara support di level 32,948 dan 32,581. Index S&P 500 minggu lalu naik ke level 4,132.3, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,195 dan 4,219, sementara support pada level 3,993 dan 3,884.
Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau tergelincir dari level 9,5 bulan tertingginya dan rally 6 minggunya, setelah data pekerjaan NFP yang solid menaikkan kekhawatiran bahwa the Fed akan tetap hawkish, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,865.69 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1960 dan berikut $1998, serta support pada $1896 dan $1825.
Pada bulan kedua di tahun 2023 ini, gairah investasi di berbagai pasar tetap terlihat marak. Pasar bergerak tanda bahwa investor sedunia melihat adanya potensi profit untuk perdagangan dan pilihan investasi saat ini. Sementara itu, sebagian investor masih terus berpandangan ini bukan waktu yang pas dengan melihat konsolidasi pasar yang kelihatannya cenderung terjadi. “Takut salah langkah,” demikian pikir mereka. “Fear” atau ketakutan seringkali menjadi faktor penghambat dalam psikologis perdagangan. Acapkali ini sebenarnya gambaran dari ketidaktahuan situasi dan kondisi pasar. Dari pada serba menebak, lebih baik Anda bergabung dengan komunitas pembaca vibiznews.com. Pasar yang abu-abu akan menjadi terang benderang. Bagi pemirsa, kami sampaikan terimakasih telah tetap bersama dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting


