(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa Jumat 5 Mei 2023 posisi euro dalam pair EURUSD berusaha rebound dari tekanan bearish sebelumnya.
Secara teknikal pair sudah bergerak bullish sejak awal sesi dan hampir capai resisten kuat sebelum kemudian meluncur kembali di area support hariannya.
Euro diuntungkan oleh pelemahan dolar karena Fed kemungkinan tidak lanjut menaikkan suku bunganya.
Namun pair bertahan di bawah puncak satu tahun terakhir setelah tertekan sebelumnya karena ECB memperlambat laju kenaikan suku bunganya dengan kenaikan 25 bps dan mencatat bahwa langkah-langkah sebelumnya berdampak pada perekonomian.
Meskipun Presiden ECB Christine Lagarde mengisyaratkan lebih banyak pengetatan lanjutan, pasar mengurangi ekspektasi tentang seberapa jauh suku bunga ECB akan naik.
Pergerakan selanjutnya dibebani oleh beberapa laporan ekonomi yang kurang optimis hari ini seperti data konstruksi PMI yang menurun dan retail sales eurozone turun Lebih dari yang diharapkan.
Penjualan ritel di Kawasan Euro turun 1,2% mom di bulan Maret 2023, menyusul penurunan 0,2% di bulan Februari dan jauh lebih buruk dari perkiraan penurunan 0,1%.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa turun setelah menguat di sesi global sebelumnya.
Tertekan oleh kemungkinan bahwa Federal Reserve AS tidak lanjut menaikkan suku bunganya.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair EURUSD berpotensi bullish, pair kini berada di posisi 1.1023 sedang meluncur ke 1.1006.
Jika tembus akan turun ke support kuat di kisaran 1.0967.
Namun jika naik kembali ke posisi tertinggi 1.1047 akan mendaki menuju resisten kuatnya di 1.1072.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



