Koreksi Terbatas Kembali, Fundamental Ekonomi Solid — Domestic Market Outlook, 29 May – 2 June 2023

944
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan BI7DRR sebesar 5,75%.
  • Rupiah dan IHSG secara mingguan kembali terkoreksi secara sempit, di tengah net capital outflow investor asing yang terbatas, sekitar Rp1 triliun secara mingguannya.
  • Neraca Pembayaran Indonesia triwulan I 2023 meningkat tajam, dan mencatat surplus 6,5 miliar US dollar.

Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 29 May – 2 June 2023.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau kembali melemah tipis di minggu keempatnya, ke posisi seminggu terendahnya, dalam pergerakan pasar yang fluktuatif. Sementara itu, bursa kawasan Asia pada umumnya mixed. Secara mingguan IHSG ditutup melemah terbatas 0,11%, atau 7,202 poin, ke level 6.700,561. Untuk minggu berikutnya (29 May – 2 June 2023), dengan dipotong libur Kamis mendatang, IHSG kemungkinan akan berupaya rebound di awal pekan lalu ditahan koreksi lagi, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.773 dan 6.852. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.656, dan bila tembus ke level 6.609.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu melemah di pekan keempatnya, ke posisi sekitar 2 bulan terendahnya, di tengah rally-nya dollar dan outflow asing di pasar SBN sekitar Rp0,8 triliun, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir melemah 0,38% ke level Rp 14.985. Sementara, dollar global terpantau lanjut bullish. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan reversal sebentar namun masih bias menaik, atau kemungkinan rupiah rebound di awal pekan dengan bias masih melemah, dalam range antara resistance di level Rp15.012 dan Rp15.125, sementara support di level Rp14.789 dan Rp14.696.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau berakhir turun tipis secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik terbatas yield obligasi dan berakhir ke 6,435% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah berbaliknya ke aksi jual investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury berakhir menguat di minggu keduanya.

===

RDG Bank Indonesia pada 24-25 Mei 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.

Perkembangan terkini menunjukkan kegiatan ekonomi tetap membaik pada triwulan II 2023, sebagaimana tecermin pada pertumbuhan positif penjualan eceran, ekspansi Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur, dan kenaikan keyakinan konsumen. Kinerja ekspor pada April 2023 juga kuat di tengah membaiknya perekonomian global.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan tetap dalam kisaran 4,5-5,3%.

Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I 2023 meningkat, dengan mencatat surplus 6,5 miliar dolar AS, atau meningkat dari 4,7 miliar dolar AS pada triwulan IV 2022. Kinerja NPI tersebut ditopang oleh berlanjutnya surplus transaksi berjalan dan diiringi oleh surplus transaksi modal dan finansial.

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2023 meningkat dari sebelumnya 137,2 miliar dolar AS pada Desember menjadi 145,2 miliar dolar AS.

Berdasarkan data transaksi 22 – 25 Mei 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp0,97 triliun terdiri dari jual neto Rp0,76 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp1,74 triliun di pasar saham.

===

 

Berita pasar, apakah isyu dari kawasan Eropa, Jepang, atau Amerika, atau dari the Federal Reserve, acapkali memengaruhi pasang surutnya pasar investasi. Satu saat sepertinya memberi harapan, pada kesempatan lain memutuskan ekspektasinya. Sangat tidak menentu. Sering juga spekulasi pasar terbentuk untuk menggerakkan pasar itu sendiri. Kita tidak menyalahkan pasar atas hal tersebut. Pasar tidak pernah salah. Kita, sebagai investor, yang harus mengerti siapa pasar, apa perilakunya dan psikologinya, serta bagaimana penyebabnya. Vibiznews.com dapat menjadi pendukung bagi Anda untuk memahami pasar investasi lebih baik. Bagi Anda kami selalu hadir mendampingi. Saat ini, kami sampaikan terimakasih kepada para members yang telah bersama terus dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting