IHSG Selasa Pagi Menguat ke Sekitar 6.918; Dua Zona, Konsolidasi dengan Bias Menguat

340
BEI
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa pagi ini (15/8) terpantau menguat 7,755 poin (0,11%) ke level 6.917,927 setelah dibuka turun ke level 6.902,397.

IHSG bergerak di dua zona pada rentang konsolidasi, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di antara data GDP Jepang yang melebihi estimasi, serta Wall Street yang ditutup dalam gain.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau melemah 0,27% atau 42 poin ke level Rp 15.352, dengan dollar AS di pasar uang Asia tertahan setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya; agak bertahan setelah terangkat sebagai safe haven di tengah kekhawatiran investor atas ekonomi global, terutama atas kawasan China.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.311, terpantau di di oversold area-nya, di level 21 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 7,775 poin (0,11%) ke level 6.902,397. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,860 poin (0,19%) ke level 966,801. Pagi ini IHSG menguat 7,755 poin (0,11%) ke level 6.917,927. Sementara LQ45 terlihat turun 0,09% atau 0,864 poin ke level 967,797.

Tercatat saat ini sebanyak 233 saham naik, 190 saham turun dan 226 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street dini hari ditutup serempak dalam gain dipimpin rebound sektor teknologi. Sedangkan, bursa regional pagi ini terlihat variatif, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,78%, dan Indeks Hang Seng yang turun 0,63%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka bangkit dari zona merah ke hijau, sementara bursa kawasan Asia pagi ini mixed di antara data GDP Jepang yang melebihi estimasi, serta Wall Street yang dalam gain.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidatif dengan bias menguat melanjutkan rebound, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.966 dan 6.989. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.800, dan bila tembus ke level 6.622.

.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group