Rekomendasi Minyak 25 Oktober 2023: Melanjutkan Penurunan ke Arah $83.00

385

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa malam melanjutkan penurunannya ke arah $83.00, di sekitar $83.60 per barel.

Penurunan harga minyak mentah WTI antara lain disebabkan karena naiknya yields obligasi treasury AS, membumbung ke ketinggian beberapa tahun yang baru dengan tingkat bunga benchmark 10 tahun berada di atas 5.05%.

Kenaikan yields obligasi treasury AS mendorong naiknya indeks dolar AS. Indeks dolar AS naik 0.41% ke 105.757 sehingga membebani harga minyak mentah yang diperdagangkan dalam denominasi dolar AS. Kenaikan yields obligasi treasury AS dipicu oleh ketakutan akan terjadinya resesi global.

Fokus para trader dan investor tetap pada retorika yang datang dari para bank sentral terutama Federal Reserve AS. Pasar percaya the Fed telah selesai dengan kenaikan tingkat bunganya. Namun hal ini adalah berbahaya karena inflasi masih belum bisa dikontrol dan resiko geopolitik tetap tinggi yang dapat berpengaruh terhadap ekonomi global.

Sementara itu, para pemimpin Uni Eropa telah mengeluarkan pernyataan bersama yang meminta pemberhentian panjang di dalam serangan darat Israel dalam rangka pendekatan kemanusiaan yang lebih manusiawi untuk pembalasan terhadap Hamas.

Sedikit demi sedikit bantuan kemanusiaan diijinkan masuk ke lapangan di Jalur Gaza, meskipun negara – negara asing tetap meminta penduduknya untuk keluar dari area yang kemungkinan akan diserang dengan serangan darat yang masif setiap saat.

Hal ini membuat ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi berkurang sehingga membuat harga minyak mentah tertekan turun.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $83.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $82.83 dan kemudian $81.94. “Resistance” yang terdekat menunggu di $84.57 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $85.63 dan kemudian $86.38.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.