Rekomendasi Mingguan Kakao 30 Oktober – 3 November 2023 : Memperhatikan Penurunan Pasokan Pantai Gading dan Pergerakan Dolar AS

545

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York secara mingguan naik terpicu penurunan pasokan di Pantai Gading.

Pada sebagian besar penutupan minggu ini hari Senin, dilanjutkan hari Rabu hingga penutupan di akhir pekan hari Jumat, harga kakao berakhir melonjak terdukung penurunan pasokan kakao di Pantai Gading.

Data pemerintah Pantai Gading pada hari Senin menunjukkan petani Pantai Gading mengirimkan 170,794 MT kakao ke pelabuhan pada tanggal 1-22 Oktober, turun -16,3% dibandingkan waktu yang sama tahun lalu. Pantai Gading adalah produsen kakao terbesar di dunia. Selain itu, persediaan kakao yang disimpan di pelabuhan-pelabuhan AS yang dipantau oleh ICE terus menurun selama empat bulan terakhir ke level terendah 1-1/2 tahun pada hari Jumat lalu.

Harga kakao cenderung lebih tinggi selama setahun terakhir, salah satunya disebabkan oleh hujan lebat yang baru-baru ini terjadi di Afrika Barat, yang menyebabkan penyebaran penyakit busuk buah. Penyebaran penyakit yang menyebabkan buah kakao menjadi hitam dan busuk ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas dan produksi tanaman kakao serta mendorong pasar kakao global mengalami defisit selama tiga tahun pada musim 2023/24.

Pada hari Selasa, harga kakao sempat berakhir turun tertekan penguatan dolar AS mendorong likuidasi jangka panjang pada kakao berjangka. Harga kakao pada hari Selasa turun kembali dari harga tertingginya pada hari Senin ketika mencatatkan harga tertinggi dalam 6 minggu di masa depan.

Secara mingguan harga kakao kontrak bulan Desember 2023 menguat 4,28% pada posisi 3.852.

Untuk minggu ini, harga gula kakao mendapat beberapa sentimen positif diantaranya :

Penurunan pasokan kakao.
Data pemerintah Pantai Gading pada hari Senin menunjukkan petani Pantai Gading mengirimkan 170,794 MT kakao ke pelabuhan pada tanggal 1-22 Oktober, turun -16,3% dibandingkan waktu yang sama tahun lalu. Pantai Gading adalah produsen kakao terbesar di dunia. Selain itu, persediaan kakao yang disimpan di pelabuhan-pelabuhan AS yang dipantau oleh ICE terus menurun selama empat bulan terakhir ke level terendah 1-1/2 tahun pada hari Jumat lalu.

Harga kakao cenderung lebih tinggi selama setahun terakhir, salah satunya disebabkan oleh hujan lebat yang baru-baru ini terjadi di Afrika Barat, yang menyebabkan penyebaran penyakit busuk buah. Penyebaran penyakit yang menyebabkan buah kakao menjadi hitam dan busuk ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas dan produksi tanaman kakao serta mendorong pasar kakao global mengalami defisit selama tiga tahun pada musim 2023/24.

Pergerakan dolar AS yang cenderung melemah.
Minggu ini The Fed akan merilis keputusan suku bunga AS yang diperkirakan tidak berubah. Sentimen ini akan dapat menahan penguatan dolar AS.

Indikasi penurunan data tenaga kerja AS.
Minggu ini akan dirilis beberapa data tenaga kerja AS seperti JOLTs Job Openings September dan Non Farm Payrolls Oktober yang keduanya diindikasikan mengalami penurunan. Jika data tenaga kerja AS terealisir turun akan menguatkan harga kopi Arabika.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao akan mencermati berbagai sentimen positif seperti penurunan persediaan di Pantai Gading, pelemahan dolar AS dengan The Fed mempertahankan suku bunga dan penurunan data tenaga kerja. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 3.876-3.900. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 3.811-3.744.