Rekomendasi Mingguan Kopi Arabika 6-10 November 2023 : Mencermati Persediaan dan Pergerakan Dolar AS

502
kopi

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi Arabika di bursa komoditi berjangka New York secara mingguan meningkat dengan sentimen penyusutan pasokan mengatasi peningkatan pasokan akibat curah hujan yang terjadi di Brasil.

Pada hari Senin dan Rabu minggu lalu harga kopi Arabika merosot, bahkan hari Rabu anjlok 4,48% tertekan peningkatan produksi tanaman akibat curah hujan yang besar di Brasil.

Prakirawan cuaca Maxar Technologies pada hari Rabu mengatakan bahwa daerah penanaman kopi di Brasil akan mendapatkan curah hujan sedang selama minggu depan, meningkatkan kelembapan tanah yang mendorong pertumbuhan ceri dan meningkatkan hasil kopi.
Sementara itu, Somar Meteorologia melaporkan pada hari Senin bahwa wilayah Minas Gerais di Brasil menerima curah hujan sebesar 43,7 mm dalam seminggu terakhir, atau 130% dari rata-rata historis. Minas Gerais menyumbang sekitar 30% tanaman arabika Brasil.

Namun peningkatan harga kopi Arabika terjadi pada hari Selasa, Kamis dan Jumat terdukung penyusutan pasokan kopi Arabika.

Harga kopi Arabika mendapat dukungan karena persediaan menyusut. Persediaan kopi arabika yang dipantau ICE pada hari Jumat turun ke level terendah dalam 24 tahun yaitu 360.009 kantong. Sementara itu, persediaan kopi Robusta yang dipantau ICE pada hari Jumat berada di angka 4.043 lot, sedikit di atas rekor terendah sebanyak 3.374 lot yang tercatat pada tanggal 31 Agustus.

Secara mingguan harga kopi Arabika kontrak bulan Desember melonjak 6,18% pada posisi 170,90.

Untuk minggu ini, harga kopi Arabika akan mencermati dua sentimen penting yaitu prakiraan cuaca dan persediaan kopi Arabika.

Prakiraan cuaca.
Jika melihat prakiraan cuaca dari beberapa analis maupun lembaga yang memprakirakan cuaca, maka minggu ini diperkirakan cuaca di Brasil akan sebagian besar cerah dan berawan.

Persediaan kopi Arabika.
Harga kopi Arabika juga akan ditentukan dengan kondisi persediaan kopi minggu ini.
Persediaan kopi Arabika akan dipantau di bursa komoditi berjangka (ICE) New York, apakah masih dalam posisi menyusut atau berlimpah.

Pergerakan dolar AS.
Harga kopi Arabika juga akan mencermati pergerakan dolar AS. Jika dolar AS meningkat, akan menekan harga kopi Arabika. Sebaliknya jika dolar AS melemah, akan menguatkan harga kopi Arabika.

Upaya Profit Taking.
Upaya prodit taking perlu diwaspadai mengingat harga kopi Arabika melonjak minggu lalu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi Arabika akan mencermati perkembangan persediaan kopi Arabika dan kondisi cuaca di Brasil. Jika melihat prakiraan cuaca di Brasil minggu ini sebagian besar cerah dan berawan, maka sentimen penyusutan pasokan perlu diperhatikan. Jika pasokan masih dalam kondisi menurun, akan menguatkan harga kopi Arabika. Namun perlu juga diwaspadai upaya profit taking setelah harga kopi Arabika melonjak minggu lalu. Harga kopi Arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 174,50-177,76. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 167,27-163,72.