IHSG Selasa Pagi Terkoreksi ke Sekitar 6.836; Profit Taking dari 2 Minggu Tertingginya

349
ihsg
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa pagi ini (7/11) terpantau terkoreksi 42,360 poin (0,62%) ke level 6.836,360 setelah dibuka turun ke level 6.859,434.

IHSG terkoreksi dari rally 3 hari dan 2 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya melemah dipimpin Kospi menjelang rilis suku bunga bank sentral Australia (RBA), serta mencermati Wall Street yang semalam ditutup menguat tipis.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,73% atau 113 poin ke level Rp 15.576, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik perlahan setelah menguat terbatas di sesi global sebelumnya; rebound perlahan dari 7 minggu terendahnya di tengah investor akan mencermati pidato pimpinan the Fed Powell minggu ini.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.463, serta terpantau terkoreksi dari level 5 minggu tertingginya di sekitar overbought-nya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 19,402 poin (0,28%) ke level 6.859,434. Sedangkan indeks LQ45 turun 4,636 poin (0,50%) ke level 9145,219. Pagi ini IHSG melemah 42,360 poin (0,62%) ke level 6.836,360. Sementara LQ45 terlihat turun 0,90% atau 8,269 poin ke level 910,586.

Tercatat saat ini sebanyak 195 saham naik, 295 saham turun dan 208 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street pada penutupan tadi malam menguat terbatas setelah hari sebelumnya melejit kuat oleh harapan bahwa the Fed akan berhenti menaikkan suku bunganya. Sedangkan, bursa regional pagi ini menguat, di antaranya Nikkei yang merosot 0,96%, dan Indeks Hang Seng yang turun 1,43%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka dalam koreksi profit taking setelah rally kuat 3 hari serta mengikuti regional, sementara bursa kawasan Asia pagi ini dipimpin Kospi menjelang rilis suku bunga bank sentral Australia (RBA).

Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih di zona merahnya dan mengurangi loss, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.836 dan 6.961. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.640, dan bila tembus ke level 6.622.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group