IHSG Rabu Pagi Menguat 1,4% ke Sekitar 6.961; Lompat ke Posisi Sebulan Tertingginya

419
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu pagi ini (15/11) terpantau menguat signifikan 98,825 poin (1,44%) ke level 6.960,880 setelah dibuka naik ke level 6.925,567.

IHSG lompat menguat di hari ketiganya ke 4 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya menguat setelah rilis inflasi CPI Amerika yang lunak di bawah estimasi dan membangkitkan harapan the Fed di ujung siklus pengetatan moneter, serta Wall Street yang ditutup melaju.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat tajam 1,40% atau 220 poin ke level Rp 15.478, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah merosot 3 hari di sesi global sebelumnya; tertahan setelah tergelincir tajam ke 2,5 bulan terlemahnya oleh data inflasi CPI Oktober Amerika yang melambat di bawah estimasi yang membangkitkan prediksi the Fed selesai skilus kenaikan bunganya.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.698, serta terpantau kuat di sekitar level 1,5 bulan tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 63,512 poin (0,93%) ke level 6.025,567. Sedangkan indeks LQ45 naik 11,257 poin (1,25%) ke level 915,169. Pagi ini IHSG menguat 98,825 poin (1,44%) ke level 6.960,880. Sementara LQ45 terlihat naik 1,78% atau 16,045 poin ke level 919,957.

Tercatat saat ini sebanyak 306 saham naik, 142 saham turun dan 188 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street pada penutupan semalam berakhir menguat signifikan merayakan rilis inflasi CPI Amerika yang flat pada malam ini. Sedangkan, bursa regional pagi ini menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,97%, dan Indeks Hang Seng yang naik 2,46%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka dalam lompatan ke area sebulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini menguat setelah rilis inflasi CPI Amerika yang lunak di bawah estimasi dan membangkitkan harapan the Fed di ujung siklus pengetatan moneter.

Berikutnya IHSG kemungkinan bertahan di zona hijaunya melanjutkan uptrend-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.986 dan 7.017. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.802, dan bila tembus ke level 6.760.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group