Rekomendasi Mingguan Kopi Arabika 11-15 Desember 2023 : Tarik Menarik Sentimen Peningkatan Produksi Menghadapi Perkiraan Pelemahan Dolar AS

578

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi Arabika di bursa komoditi berjangka New York secara mingguan melemah tertekan peningkatan produksi global mengatasi sentimen bullish kekhawatiran cuaca kering yang menekan produksi dan pelemahan dolar AS .

Harga kopi arabika pada hari Senin, Rabu dan Jumat ditutup merosot tertekan peningkatan produksi global.

Harga kopi arabika pada hari Senin berakhir melemah tajam tertekan adanya tanda pasokan yang lebih besar dan pelemahan Real Brazil.

Kementerian Perdagangan Brasil melaporkan Jumat lalu bahwa ekspor kopi Brasil pada bulan November (tidak disangrai) naik +8,5% y/y menjadi 235.000 MT. Selain itu, Honduras, negara penghasil kopi terbesar di Amerika Tengah, melaporkan ekspor kopinya pada bulan November melonjak +63% y/y menjadi 110,413 kantong.

Harga kopi arabika pada hari Rabu merosot tajam karena kekhawatiran peningkatan pasokan kopi global.

Pada hari Selasa, Organisasi Kopi Internasional (ICO) memproyeksikan produksi kopi global pada tahun 2023/24 akan meningkat +5,8% y/y menjadi 178 juta kantong karena tahun panen dua tahunan yang luar biasa. ICO juga memproyeksikan konsumsi kopi global pada tahun 2023/24 akan meningkat +2,2% y/y menjadi 177 juta kantong, menghasilkan surplus 1 juta kantong kopi.

Kemudian pada hari Jumat, harga kopi arabika ditutup turun tertekan peningkatan pasokan kopi dunia setelah Organisasi Kopi Internasional (ICO) melaporkan pada hari Jumat bahwa ekspor kopi global pada bulan Oktober naik +0,9% y/y menjadi 9,53 juta kantong. Reli indeks dolar (DXY00) pada hari Jumat ke level tertinggi 3 minggu juga membebani harga kopi.

Sentimen kondisi dan proyeksi peningkatan produksi dan pasokan global mengatasi sentimen pengurangan pasokan akibat cuaca kering dan pelemahan dolar AS.

Harga kopi arabika pada hari Selasa berakhir naik terpicu kekhawatiran kondisi kering di Brazil akan menyebabkan penurunan hasil tanaman kopi. Somar Meteorologia melaporkan pada hari Senin bahwa wilayah Minas Gerais di Brasil menerima curah hujan 38,7 mm dalam seminggu terakhir, atau 63% dari rata-rata historis. Minas Gerais menyumbang sekitar 30% tanaman arabika Brasil.

Harga kopi arabika berakhir naik tinggi terdukung pelemahan dolar AS yang mendorong short-covering pada kopi berjangka setelah aksi jual pada hari Rabu ke level terendah dalam 1 minggu.

Secara mingguan harga kopi Arabika kontrak bulan Maret 2024 merosot 3,91% pada posisi 177,15.

Untuk minggu ini, harga kopi Arabika akan mencermati beberapa sentimen penting yaitu perkembangan produksi dan pasokan dan pergerakan dolar AS.

Perkembangan produksi dan pasokan.

Jika kondisi dan proyeksi pasokan dan produksi masih menunjukkan peningkatan secara global, akan dapat menekan harga kopi arabika.

Pergerakan dolar AS.

Minggu ini akan dirilis data Inflasi AS bulan November, yang jika terealisir turun akan menekan dolar AS. Juga akan ada keputusan suku bunga The Fed bulan Desember yang diperkirakan secara luas The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, yang dapat menekan dolar AS. Perkiraan pelemahan dolar AS dapat menguatkan harga kopi arabika.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi Arabika akan menghadapi sentimen kondisi dan proyeksi peningkatan pasokan dan produksi global menghadapi prospek pelemahan dolar AS. Harga kopi Arabika di awal pekan ini diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 175,42-173,68. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 179,72-182,88.