Rekomendasi Mingguan Kakao 11-15 Desember 2023 : Mendapat Sentimen Positif Penurunan Pasokan dan Pelemahan Dolar AS

481

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York secara mingguan naik terpicu penurunan pasokan kakao global dan pelemahan  dolar AS.

Penguatan harga kakao terjadi pada hari Rabu, Kamis dan Jumat.

Harga kakao pada hari  Rabu ditutup lebih tinggi setelah proyeksi defisit kakao global karena penurunan produksi di Pantai Gading dan Ghana.

Harga kakao awalnya bergerak lebih rendah pada hari Rabu, dengan kakao NY mencatat level terendah dalam 1 minggu karena sisa negatif dari Jumat lalu ketika Organisasi Kakao Internasional (ICCO) memangkas perkiraan defisit kakao global tahun 2022/23 menjadi – 99.000 MT dari perkiraan sebelumnya sebesar -116.000, karena melemahnya permintaan global.

Namun harga kakao berbalik naik setelah Rabobank memproyeksikan defisit kakao global pada tahun 2023/24 sebesar -160,000 MT karena penurunan produksi di Pantai Gading dan Ghana.

Sedangkan hari Kamis, harga kakao ditutup naik terpicu pelemahan dolar AS yang mendukung harga kakao.

Juga pada hari Jumat, harga kakao menguat mencatat rekor tertinggi dalam 1 minggu setelah Le Conseil Cafe-Cacao, regulator kakao Pantai Gading, menghentikan penjualan ke depan untuk pertengahan panen Pantai Gading 2023-24, yang dimulai pada 1 April 2024, sehingga perkiraan produksi nasional dapat ditinjau kembali. Penghentian ini menambah kekacauan pasokan kakao di wilayah tersebut, dan dampaknya bisa berlipat ganda jika berlanjut hingga musim berikutnya.

Kakao juga mendapat dampak positif sejak hari Rabu ketika Rabobank memproyeksikan defisit kakao global pada tahun 2023/24 sebesar -160.000 MT karena penurunan produksi di Pantai Gading dan Ghana. Selain itu, di sisi positifnya, persediaan kakao yang disimpan di pelabuhan AS yang dipantau oleh ICE terus menurun sejak bulan Juni dan mencatat level terendah dalam 2,5 tahun pada hari Kamis.

Secara mingguan harga kakao kontrak bulan Maret 2024 menguat lebih 2,5% pada posisi 4.271.

Untuk minggu ini, harga kakao akan mencermati beberapa sentimen berikut ini:

Penurunan pasokan kakao secara global.

Rabobank memproyeksikan defisit kakao global pada tahun 2023/24 sebesar -160,000 MT karena penurunan produksi di Pantai Gading dan Ghana.

Persediaan kakao yang disimpan di pelabuhan AS yang dipantau oleh ICE terus menurun sejak bulan Juni dan mencatat level terendah dalam 2,5 tahun pada hari Kamis.

Perkiraan pelemahan dolar AS.

Minggu ini akan dirilis data Inflasi AS bulan November, yang jika terealisir turun akan menekan dolar AS. Juga akan ada keputusan suku bunga The Fed bulan Desember yang diperkirakan secara luas The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, yang dapat menekan dolar AS. Perkiraan pelemahan dolar AS dapat menguatkan harga kakao.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao akan mencermati perkembangan persediaan kakao global, yang jika terus menurun, akan menguatkan harga kakao. Juga pelemahan dolar AS dengan indikasi penurunan inflasi AS dan The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 4.325-4.380. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 4.182-4.094.