Harga Kakao Senin Ditutup Melemah Tertekan Penguatan Dolar AS

552

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York pada hari Senin ditutup melemah tertekan penguatan dolar AS yang mendorong likuidasi jangka panjang pada kakao berjangka.

Harga kakao kontrak bulan Maret 2024 ditutup turun 1,40% pada 4.211

Harga kakao awalnya naik ke kontrak tertinggi karena sisa dari Jumat lalu setelah Le Conseil Cafe-Cacao, regulator kakao Pantai Gading, menghentikan penjualan ke depan untuk pertengahan panen Pantai Gading 2023-24, yang dimulai 1 April 2024, sehingga perkiraan produksi nasional dapat ditinjau. Penghentian ini menambah kekacauan pasokan kakao di wilayah tersebut, dan dampaknya bisa berlipat ganda jika penghentian ini diperpanjang hingga musim berikutnya.

Pasokan kakao dari Pantai Gading, produsen kakao terbesar di dunia, tetap terbatas setelah data pemerintah Pantai Gading pada hari Senin menunjukkan bahwa petani Pantai Gading mengirimkan 609,446 MT kakao ke pelabuhan mulai 1 Oktober-10 Desember, turun -35% dari waktu yang sama sebelumnya. tahun.

Kakao juga mendapat dampak positif dari Rabu lalu ketika Rabobank memproyeksikan defisit kakao global pada tahun 2023/24 sebesar -160.000 MT karena penurunan produksi di Pantai Gading dan Ghana.

Selain itu, dari sisi bullish, persediaan kakao yang disimpan di pelabuhan AS yang dipantau oleh ICE terus menurun sejak bulan Juni dan mencatat level terendah dalam 2,5 tahun pada Kamis lalu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao akan mencermati pergerakan dolar AS yang jika data inflasi AS terealisir turun, akan dapat menekan dolar AS dan menguatkan harga kakao. Juga akan mencermati perkembangan produksi dan pasokan, yang jika masih diproyeksikan menyusut, akan mengangkat harga kakao. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 4.283-4.355. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 4.164-4.117.