Harga Gula Senin Berakhir Merosot Terendah 5,5 Bulan Tertekan Peningkatan Pasokan Global

586
gula, sugar

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York pada hari Senin berakhir turun ke posisi terendah dalam 5,5 bulan seiring meningkatnya pasokan global.

Harga gula kontrak bulan Maret 2024 berakhir merosot 3,81% pada 22,47.

Pekan lalu Kementerian Pangan India mengarahkan pabrik gula lokal untuk berhenti menggunakan jus dan sirup tebu untuk memproduksi etanol pada tahun pasokan 2023/24 guna meningkatkan cadangan gula. Green Pool Commodity Specialists mengatakan hal ini dapat menambah 2 MMT gula ke pasokan domestik India.

Demikian juga produksi gula Brazil meningkat, sehingga mengakibatkan harga gula anjlok selama sebulan terakhir. Unica pada tanggal 27 November melaporkan bahwa produksi gula Brazil Tengah-Selatan pada paruh pertama bulan November naik +30,9% y/y menjadi 2,19 MMT dan produksi gula pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan November naik +23,1% y/y menjadi 39,412 MMT. Selain itu, 49,41% tebu yang dihancurkan digunakan untuk produksi gula tahun ini, meningkat dari 45,97% tahun lalu. Sementara itu, Brazil mengekspor 3,7 MMT gula pada bulan November, menandai rekor baru pada bulan tersebut. Selain itu, pada tanggal 29 November, Conab menaikkan perkiraan produksi gula Brasil tahun 2023/24 sebesar +15% menjadi 46,9 MMT dari perkiraan bulan Agustus sebesar 40,9 MMT.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula akan mencermati perkembangan produksi dan pasokan gula di Brazil dan global, jika masih meningkat, akan dapat menekan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 22,47-22,47. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 22,47-22,47.