IHSG Rabu Siang Melemah 0,6% ke Level 7.082; Koreksi di Rentang Konsolidasi

355
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu siang ini (13/12) terpantau melemah 42,773 poin (0,60%) ke level 7.082,533 setelah dibuka naik ke level 7.108,633.

IHSG bergerak terkoreksi di bawah level 15 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah investor menantikan hasil pertemuan the Fed, serta mencermati Wall Street yang berakhir menguat di hari keempatnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat 0,03% atau 5 poin ke level Rp 15.617, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik perlahan setelah melemah di sesi global sebelumnya; cenderung tertekan di tengah estimasi the Fed pertahankan bunga dalam pertemuan hari ini serta prospek akan dimulainya penurunan suku bunga pada semester pertama 2024.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.622, serta terpantau menanjak di hari keduanya serta berbalik dari sekitar 4,5 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 16,674 poin (0,23%) ke level 7.108,633. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,580 poin (0,28%) ke level 939,287. Siang ini IHSG melemah 42,773 poin (0,60%) ke level 7.082,533. Sementara LQ45 terlihat turun 0,81% atau 7,621 poin ke level 933,903.

Tercatat saat ini sebanyak 206 saham naik, 306 saham turun dan 202 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,40%, dan Indeks Hang Seng yang turun 0,80%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi di sekitar rentang konsolidasinya dekat posisi tertinggi tahun ini, sementara bursa kawasan Asia siang ini variatif mencermati Wall Street yang berakhir dalam rally 4 hari.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih di zona merah namun tetap uptrend, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.199 dan 7.252. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.025, dan bila tembus ke level 7.002.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group