(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (15/12) terpantau menguat tipis 2,244 poin (0,03%) ke level 7.178,260 setelah dibuka naik ke level 7.189,744.
IHSG bergerak cetak rekor tahun ini lalu ditahan profit taking, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias menguat dipimpin Hang Seng setelah the Fed mempertahankan bunga dan memberikan signal beberapa pemangkasan tahun 2024, serta mengikuti Wall Street yang berakhir menguat tajam dengan Dow mencetak rekor baru.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini balik rebound 0,23% atau 36 poin ke level Rp 15.480, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah merosot 3 hari di sesi global sebelumnya; bearish ke 4,5 bulan terendahnya oleh dovish the Fed yang akan melakukan pemangkasan suku bunga di tahun depan dan selanjutnya.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.636, serta terpantau meninggalkan area seminggu terkuatnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 13,728 poin (0,19%) ke level 7.189,744. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,058 poin (0,22%) ke level 945,410. Siang ini IHSG menguat 2,244 poin (0,03%) ke level 7.178,260. Sementara LQ45 terlihat naik 0,03% atau 2,240 poin ke level 956,091.
Tercatat saat ini sebanyak 256 saham naik, 265 saham turun dan 206 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,89%, dan Indeks Hang Seng yang melaju 3,00%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Indointernet (EDGE) 9,50%, Petrindo (CUAN) 5,87%, Petrosea (PTRO) 4,48%, dan Indika (INDY) 3,97%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini agak tertahan di sekitar rekor barunya tahun ini, sementara bursa kawasan Asia siang ini menguat mengikuti Wall Street yang berakhir rally dengan Dow kembali mencetak rekor baru.
Berikutnya IHSG kemungkinan tetap di zona hijau namun agak ditahan profit taking karena kembali overbought, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.214 dan 7.252. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.025, dan bila tembus ke level 7.002.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



