(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York pada hari Kamis ditutup melemah tajam terbebani penguatan dolar AS.
Harga kakao berjangka kontrak bulan Maret 2024 berakhir melemah tajam 3,34% pada 4.625.
Penguatan dolar AS memicu likuidasi jangka panjang pada kakao berjangka yang berubah menjadi penjualan teknis.
Harga kakao pada hari Kamis awalnya menguat, dengan kakao New York mencatat rekor tertinggi dalam jangka waktu terdekat dalam 46 tahun setelah regulator kakao Pantai Gading menghentikan penjualan kakao untuk musim 2024/25 sampai ada gambaran yang jelas mengenai produksi kakao di Pantai Gading, produsen kakao terbesar di dunia. Penghentian ini menambah kekacauan pasokan kakao di wilayah tersebut, dan dampaknya dapat meningkatkan kekhawatiran pasokan.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao akan mencermati pergerakan dolar AS, dimana jika data Core PCE Price Index AS Desember malam ini terealisir meningkat akan menguatkan dolar AS dan dapat menekan harga kakao. Perkembangan produksi dan pasokan di Pantai Gading juga akan dicermati. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 4.543-4.462. Namun jika naik, akan diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 4.773-4.922.



